Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, membangun toilet atau WC umum untuk warga yang tidak mampu di kota itu.

"Tahun lalu kami alokasikan anggaran untuk pembangunan sanitasi senilai Rp700 juta melalui APBD, dan tahun ini akan ada sekitar ratusan toilet yang akan dibenahi," kata Edi Rusdi Kamtono usai peresmian sekaligus serah terima Program Sanitasi di Kelurahan Siantan Hulu dan Kelurahan Tanjung Hulu, Kota Pontianak, Jumat.

Dia menyambut baik digelontorkannya program pembangunan sanitasi dan toilet oleh Kementerian PUPR di Kota Pontianak. Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui program bedah toilet.

"Saat ini di Kota Pontianak sanitasi yang sudah dibenahi baru mencapai sekitar 50 persen sehingga masih membutuhkan banyak biaya untuk memperbaiki sanitasi yang tidak layak tersebut," ujarnya.

Menurutnya, sanitasi penting untuk menciptakan hidup yang sehat, karena apabila sanitasi buruk maka negara juga bakal merugi sebab tidak sedikit anggaran yang digunakan untuk membenahi sanitasi agar menjadi lebih layak.

"Sanitasi yang buruk menjadi sumber penyebab berbagai penyakit. Oleh sebab itu kesehatan di lingkungan masyarakat itu penting yang mana sampah harus dikelola dengan baik dan begitu pun air limbah maupun air bersih," ujarnya.

Sanitasi sangat penting supaya kondisi kesehatan dan lingkungan masyarakat tetap terjaga. Oleh sebab itu pemerintah, mulai di tingkat pusat hingga daerah, fokus pada pembangunan sanitasi di lingkungan masyarakat, katanya.

Pembangunan sanitasi menjadi bagian dari pengentasan kawasan kumuh. Sejalan dengan program Kementerian (PUPR) yakni program seratus nol seratus yang mencakup 100 persen sambungan air bersih, nol persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Barat, Deva Kurniawan Rahmadi menerangkan, pembangunan sanitasi oleh Kementerian PUPR ini dalam rangka penyediaan sarana sanitasi bagi masyarakat, serta untuk mengurangi limbah yang dibuang ke sungai sehingga kualitas air tetap terjaga kebersihannya.

"Kita akan secara kontinyu menjaga lingkungan agar tidak tercemar dan menjaga kualitas air dari limbah keluarga," ungkapnya.

Dengan melibatkan setiap komponen masyarakat dan secara komunal melalui pendampingan teknis, ia berharap program ini berjalan sukses. Seluruh infrastruktur dan fasilitas yang dibangun tersebut, kata Deva, tidak terlepas dari dukungan masyarakat untuk memanfaatkan dan memeliharanya.

"Kita berharap masyarakat bisa menjaga infrastruktur yang telah kita bangun ini," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar 1 Boyman Harun menjelaskan, bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR ini ditujukan dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19.

"Pembangunan sanitasi ini sangat penting karena pemulihan ekonomi tidak hanya berbicara terkait uang, akan tetapi kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam upaya pemulihan pasca pandemi COVID-19," jelasnya.

"Jadi selain masyarakat bisa mendapatkan toilet yang bagus, mereka juga mendapatkan upah dari pengerjaannya karena masyarakat turut mengerjakan bersama untuk program ini," katanya.

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022