Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, bersama The Union dan Tobacco Control Support Center (TCSC) serta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mendeklarasikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk melindungi anak dan mewujudkan Pontianak sehat tanpa asap rokok.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa, mengatakan, agenda ini merupakan lanjutan terhadap Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang KTR, sekaligus evaluasi pemerintah pusat melalui The Union, sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan paru-paru.

“Ini bahan evaluasi dari The Union, tentang bantuan pendanaan, untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak terkait KTR,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya melalui Dinkes Kota Pontianak telah mengimplementasikan perda tersebut, seperti dapat dilihat dari beberapa fasilitas umum sekolah, rumah sakit, hotel dan perkantoran yang melarang untuk merokok.

“Progresnya juga sudah baik, kami terus sosialisasikan tentang KTR ini, tujuannya agar masyarakat Kota Pontianak hidup sehat dan Kota Pontianak pun bersih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan Pemkot Pontianak telah memiliki perda tersebut sejak 12 tahun yang lalu. Terlebih pandemi COVID-19 menyebabkan implementasi perda itu kurang mendapat perhatian.

"Alhamdulillah pada 2022 ini ada dukungan dari The Union untuk kembali mengingatkan dan menyosialisasikan aturan yang berkaitan dengan KTR agar sasaran utama bisa tercapai," ujarnya.

Deklarasi dan Komitmen Implementasi KTR ini juga berkaitan dengan mewujudkan KLA, yang mana salah satunya mensyaratkan bahaya merokok serta promosi bahaya merokok yang harus ditingkatkan.

"Yang kita lindungi keterpaparan anak terhadap rokok," ungkap Sidiq.

Perwakilan dari The Union, Fella mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemkot Pontianak beserta stakeholder yang berkomitmen dalam menerapkan peraturan KTR di Kota Pontianak. Kehadiran The Union dalam hal ini fokus pada kesehatan masyarakat dalam mendukung program Pemkot Pontianak untuk mengimplementasikan KTR.

"Paling utama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan melindungi anak serta kelompok rentan dari bahaya asap rokok," katanya.

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022