Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat, Muhammad Fahmi mengatakan, Provinsi Kalbar memiliki peluang untuk menjadi lumbung pangan halal bukan hanya tingkat nasional namun di Asia.

"Kita sebagai daerah lumbung pangan terutama hasil pertanian dan perkebunan. Jika potensi ini dikelola dan dikemas baik maka Kalbar bisa dijadikan lumbung pangan halal tidak hanya untuk nasional, melainkan juga Asia. Ini karena makanan halal tengah menjadi tren di sejumlah negara. Dengan luas lahan dan macam-macam hasil pertanian yang kita miliki, ini tentu harus kita manfaatkan," ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan, apalagi Kalbar memiliki pintu-pintu ekspor yang bertebaran untuk memperluas pasar produk pertanian di provinsi ini. "Kita punya pintu-pintu perbatasan yang bagus, pelabuhan samudera yang besar, ditambah bandar udara. Ini adalah potensi besar bagi kita," katanya.

Selain itu, masih menurut dia, saat ini tengah terjadi lonjakan masyarakat urban, masyarakat kelas menengah, bonus demografi yang ditandai tingginya angka penduduk berusia muda sehingga sektor pertanian hingga industri olahannya membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Tentu ketiga segmen ini jangan hanya jadi pasar bagi produk luar, tetapi menjadi kekuatan SDM kita," sebut komisaris Bank Pasar Kota Pontianak ini," katanya.

Terkait kepengurusan MES di Kalbar ia menjelaskan untuk tiga tahun mendatang diisi oleh berbagai unsur baik dari unsur industri keuangan syariah, akademis, lembaga keagamaan, dan beberapa unsur lainnya.

“Dalam MES ini banyak unsur masyarakat terlibat karena perannya sangat besar ke depan,” katanya.

Ia juga mengemukakan bahwa hadirnya MES dalam rangka membantu pemerintah untuk memasyarakatkan berbagai ekonomi syariah.

"Baik itu soal industri keuangan seperti bank syariah dan industri syariah. Kita ketahui sesuatu yang halal tentu bisa dinikmati semua pihak namun tidak halal hanya sebagian saja," kata dia.

Dikatakan, MES adalah organisasi independen, dan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau ormas tertentu, namun harus tetap menjalin kerjasama agar dapat diterima semua pihak.

"Dalam waktu dekat kami akan membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah. Selain itu mewujudkan silaturrahim di antara pelaku-pelaku ekonomi, perorangan dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syariah," jelas Fahmi.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022