Pemerintah Kabupaten Bengkayang bertekad akan terus menjadi sentra produksi jagung di Provinsi Kalimantan Barat, karena secara luas lahan, tingkat kesuburan, dan iklim cukup mendukung.

"Sejauh ini, sekitar 60 persen produksi jagung di Provinsi Kalimantan Barat dari Kabupaten Bengkayang. Tentu, ini harus dimaksimalkan agar terus menjadi sentra jagung," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang I Gede Megantara saat dihubungi di Bengkayang, Kalbar, Selasa.

Ia menjelaskan luas lahan tanaman jagung di Kabupaten Bengkayang pada 2022, tercatat 24.058 hektare dengan luas panen 23.823 hektare.

"Kemudian, untuk tingkat produktivitas, kita mencatat 47,68 kuintal per hektare, sehingga produksi jagung mencapai 113.620 ton," ungkapnya.

Menurutnya, capaian yang ada tentu tak terlepas dari peran seluruh pihak terkait, mulai petani, penyuluh, dan lainnya.

Saat ini, jagung menjadi komoditas unggulan lantaran harganya yang tengah naik dalam beberapa waktu belakangan.

"Saya cek tadi harga rata-rata jagung pipil di angka Rp5.200-Rp6.000 per kilogram. Dengan harga ini, bisa jadi peluang bagi petani untuk membudidayakan jagung lebih maksimal lagi," ucapnya.

Menurutnya, Kabupaten Bengkayang sangat diuntungkan karena didukung oleh faktor iklim dan tingkat kesuburan yang cocok untuk komoditas jagung.

"Jadi tidak ada yang murni kering seperti yang terjadi di Pulau Jawa. Tapi, kalau di sini walaupun musim panas, namun sekali-sekali tetap diiringi hujan. Begitu sebaliknya, saat musim hujan tetap ada panas. Dengan demikian, petani Kabupaten Bengkayang bisa tanam jagung setiap saat, sehingga ini potensi yang bisa kita kembangkan," papar dia.

Ia menambahkan ketersediaan benih dengan kualitas unggul akan berdampak terhadap produksi dan produktivitas.

"Dari data yang ada, 25 persen keberhasilan pertanian adalah dari benih. Jadi, apabila benih sudah bagus artinya 25 persen pertanian yang dilakukan sudah dikatakan berhasil. Tinggal bagaimana mengelola dan merawat agar hasil tani tetap terjaga hingga panen tiba," ucap dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023