Bank Indonesia (BI) mengharapkan para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo, Jawa Tengah untuk mengajak para siswanya cinta, bangga dan paham dengan rupiah.
 
Di depan peserta sosialisasi para guru SMP di  Solo, Jawa Tengah, Selasa, Kepala Perwakilan BI Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan selama ini sosialisasi dan edukasi terus berjalan.
 
Menurut dia, tahun lalu edukasi dan sosialisasi serupa sudah dilakukan kepada siswa SMA/SMK.
 
"Tahun ini jenjang SMP. Sekarang dengan guru-guru SMP, artinya dari dini, dari SMP supaya ditularkan ke rekan-rekan sekitar dan murid mereka," katanya.
 
Sementara itu, ia mengatakan belum lama ini ada siswa berusia 16 tahun di Kabupaten Sragen yang disidik karena mengaku disuruh seseorang untuk berbelanja menggunakan uang palsu.
 
"Kasus ini menguatkan bahwa kalangan remaja belum aware tentang keaslian rupiah. Akhirnya edukasi ini menjadi benteng preventif atau pencegahan utama," katanya.
 
Di sisi lain, pihaknya juga terus berupaya memperkuat keamanan rupiah secara reguler.
 
"Termasuk ada emisi baru, tambah pengamanan. Itu cara pencegahan dari sisi penguatan uang rupiah. Untuk kasus di Sragen pemeriksaan baru dilakukan kemarin," katanya.
 
Terkait dengan keberadaan uang palsu, diakuinya menjadi keprihatinan berbagai pihak. Menurut dia, pemberantasan terus dilakukan.
 
"Belum lama ini di Sukoharjo dilakukan penggrebekan, itu jadi efek jera. Yang paling penting adalah melindungi masyarakat agar tidak mudah tertipu. Ini jadi kewajiban BI, Kepolisian, Kejaksaan, BIN untuk pemberantasan uang palsu," katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan pemalsuan masih terjadi di sekitar Solo.
 
"Boyolali dan Sukoharjo sudah ditemukan tahun kemarin. Peredaran dilakukan di Kota Solo, di pasar, di warung kelontong kampung," katanya.
 
Ia juga mengapresiasi upaya inisiatif BI yang sudah melakukan edukasi terkait cinta, bangga, dan paham rupiah.
 
"Tahun kemarin dengan SMA dan SMK, tahun ini dengan SMP se-Surakarta. Tentu BI juga akan geser di daerah lain, dalam hal ini BI sebagai edukatornya," katanya.
 

 Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak masyarakat untuk mengapresiasi jasa pahlawan melalui Rupiah.

“Kalau lihat Rupiah, matanya jangan hijau. Tapi, rasakan para proklamator kita berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Perry saat kegiatan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (Ferbi) di Jakarta, Jumat.
 

Perry mengatakan Soekarno berjuang melakukan perjalanan dari kampung halamannya di Mojokerto untuk menempuh pendidikan hingga ke Surabaya dan Bandung untuk akhirnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Di sisi lain, Mohammad Hatta belajar mengenai perdagangan internasional di Rotterdam, Belanda, yang kemudian ilmunya berjasa dalam membawa Indonesia mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan.

“Bagaimana mengagumi beliau yang cerdas untuk perjuangannya. Jadi, pelajari Rupiah. Ini bukan hanya sembarang kertas. Ini adalah alat pembayaran yang harus kita cintai kepada NKRI,” ujar Perry.

 Perry juga mengimbau masyarakat untuk bangga dan paham terhadap Rupiah.

Gubernur BI menyinggung kembali pencapaian uang Rupiah tahun emisi 2022 yang dinobatkan sebagai seri uang kertas baru terbaik di dunia oleh International Association of Currency Affairs (IACA).Baca juga: Masyarakat diajak untuk mengapresiasi jasa pahlawan lewat Rupiah



 

Pewarta: Aris Wasita

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023