Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan penataan kawasan Waterfront City Pangururan untuk mendukung kejuaraan jetski tingkat dunia Aquabike World Championship di Danau Toba.

"Waterfront ini sudah mulai konstruksi sejak September tahun lalu, dan ditargetkan rampung pada pertengahan November tahun ini. Progres penataan kawasan waterfront saat ini telah mencapai 75 persen," ujar Kepala Satuan Kerja Wilayah III, BPPW Sumut Dwi Atma Singgih Raharja Sabar di Samosir, Sumatera Utara pada Kamis.

Singgih menambahkan, penyelesaian penataan waterfront tersebut dikarenakan waterfront digunakan untuk lomba seri kejuaraan jetski tingkat dunia Aquabike World Championship.

Waterfront City Pangururan memiliki panjang 1,5 km dengan luas sekitar 6,4 hektare.

"Sepanjang 1,5 km ini merupakan galeri terbuka yang menceritakan alam dan budaya Samosir, seperti museum terbuka. Kenapa kita bisa bilang museum terbuka? karena masing-masing area terbagi sebanyak lima segmen dengan segmen pertama yakni Segmen Taman Pustaha," kata Singgih.

Segmen pertama ini menampilkan artwork berupa Segmen Taman Pustaha yang menceritakan syair Toba karya penyair setempat. Di taman ini juga nanti ada patung Boraspati ni Tano yang merupakan tokoh mitos kebudayaan Batak yang berwujud hewan kadal yang melambangkan laki - laki, sedangkan perempuannya dilambangkan sebagai hewan naga.

Untuk segmen kedua yakni Segmen Tanjung Horbo yang ditempatkan batuan-batuan vulkanik akibat terjadinya letusan gunung purbakala Toba yang disusun guna menjadi edukasi bagi masyarakat.

Sedangkan segmen 3 Aek Natio menjadi puncaknya dari seluruh area waterfront dan terdapat air mancur menari yang dapat disaksikan baik melalui amphiteater dan pusat kuliner di darat maupun dari atas kapal di danau, dan ada pula panggung terapung untuk acara seni dan musik.

Untuk Segmen 4 Taman Rohani yang dilengkapi dry fountain dan dapat dipasang pohon natal raksasa oleh pemerintah daerah setempat, mengingat di depan Taman Rohani terdapat gereja.

Kemudian segmen 5 yakni Galeri Samosir Totem Dunia, dan Plaza Onan Baru. Di Galeri Samosir dipasang videotron sepanjang 9 meter dan tinggi 1,5 meter.

"Kita melibatkan ahli geologi, sejarah masyarakat adat batak dan tim kreatif untuk film yang menceritakan sejarah letusan gunung purbakala Toba, kebudayaan Batak, dan pesan moral bagaimana menjaga alam serta destinasi alam dan budaya supaya destinasi Danau Toba menjadi destinasi berkelanjutan yang ditayangkan videotron tersebut," kata Singgih.

Untuk Galeri Totem Dunia, lanjutnya, terdapat totem-totem dari berbagai masyarakat adat budaya Indonesia seperti Papua, Samosir, Dayak hingga totem masyarakat adat dunia seperti totem dari suku Ainu Jepang dan totem suku Maori Selandia Baru.

Sedangkan Plaza Onan Baru merupakan Pasar Onan yang direvitalisasi menjadi lebih baik dan juga dipasang panel surya sebagai sumber listrik untuk layanan bagi seluruh area waterfront baik penerangan jalan maupun taman. Plaza ini juga menjadi area parkir untuk menurunkan jetski - jetski pembalap yang berlaga.


 

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama penggiat Instagram membuat konten di sekitar kawasan Waterfront segmen Bardan Nadi-Senghie selesai dibangun.

Dalam kegiatan itu Wali Kota Pontianak juga sebagai model serta berpose mengikuti arahan para anak muda yang aktif membuat konten digital itu. Duduk di halte pelabuhan sampai melempar jaring ikan, menjadi pilihan bergaya. 

"Ide-ide menarik pembangunan itu tak jarang didapat dari konten kreatif di Instagram, bagaimana desain yang estetik dan futuristik. Terpenting memberikan manfaat. Tugas instagramers adalah mengenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luar daerah," ujar Wali Kota Pontianak usai mengikuti event Instameet Pontianak yang digelar para penggiat Instagram, Sabtu.

Dia mengatakan untuk menarik minat pengunjung menikmati suasana tepian Sungai Kapuas, berkembangnya dunia maya menambah potensi bertumbuhnya kreativitas, khususnya Instagram. Tak jarang Edi menerima masukan yang diterimanya dari Direct Message (DM) IG.

Namun menurutnya, saran dan kritikan yang ditujukan untuk sektor pembangunan fisik seringkali tak dapat diimplementasikan lantaran kondisi geo sosial maupun kontur tanah yang tidak sama dengan di luar daerah. Baca juga: Wali Kota Pontianak bersama Intagramers buat konten di Waterfront

Pewarta: Aji Cakti

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023