Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha, milik provinsi setempat, menyelenggarakan operasi pasar di Pasar Dahlia Pontianak dalam rangka pengendalian Inflasi di wilayah itu.

"Hari ini kita melakukan operasi pasar yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda), ini sebenarnya dalam rangka kita mengendalikan Inflasi, menjaga harga-harga (bahan pokok) kalau naik itu tidak terlalu tinggi. Jadi kalau naik biasanya kita langsung Operasi Pasar," kata Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, di dampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar mengunjungi pasar Dahlia Pontianak untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di Pontianak, Selasa.

Dirinya menyebut bahwa harga kebutuhan pokok khususnya daging dan sayur dinyatakan masih stabil (tidak terjadi kenaikan harga), namun pada gula terjadi sedikit kenaikan.

"Tadi kita sudah mengecek harga, sayur-sayuran ini yang turun harganya, daging stabil, namun untuk gula mengalami sedikit kenaikan jadi Rp 17.000/kg, tapi gula merk Rose Brand kita jual di sini Rp 16.000/kg. Ini langkah konkret kita dalam rangka menstabilkan harganya, kalau yang lain-lain harganya masih tetap stabil," tuturnya.

Ditambahkannya, operasi pasar akan terus berjalan guna mengendalikan/menjaga Inflasi di Kalbar. Seperti diketahui bahwa ini merupakan dampak dari ketidakstabilan kondisi dunia saat ini, antara lain karena sedang terjadi perang di beberapa belahan negara hingga cuaca yang ekstrim yakni dampak dari El Nino.

"Operasi pasar ini akan terus kita laksanakan, karena yang namanya Inflasi ini harus dijaga terus-menerus. Sepanjang keadaan dunia ini belum baik-baik saja, seperti Ukraina masih perang sama Rusia, Israel masih mengintervensi perang sama Hamas, Palestina. Ini akan membawa dampak, karena ada beberapa negara yang berhenti produksi karena perang ini dan akan mempengaruhi kita Indonesia," tambahnya.

Dilanjutkan, Pj. Gubernur akan berupaya menjaga harga bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang tinggi. Mengantisipasi hal tersebut, dirinya akan melakukan intervensi pengendalian harga dengan melaksanakan Operasi Pasar maupun gelar Pangan Murah.

"Menjaga kenaikan harga-harga bahan pokok ini penting, karena kalau memang bahan pokok ini naik, kasihan masyarakat. Maka itu kita melakukan intervensi-intervensi untuk mengendalikan harganya dengan selalu mengadakan Operasi Pasar di seluruh Kalbar maupun gelar Pangan Murah," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu konsumen dari Operasi Pasar murah ini Salwa (17) mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya bahan pokok dengan harga jual murah tersebut. Dirinya mengapresiasi langkah Pemprov Kalbar yang telah mengadakan operasi tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih karena dengan adanya Operasi Pasar ini, kami bisa membeli lebih murah dari di toko. Hal ini juga membantu dari segi ekonomi kami, cukup banyak tadi saya beli karena sudah dibatasi juga pembeliannya seperti beras bisa 2 karung (5kg), gula dan minyak hanya boleh satu," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023