Pemerintah kota melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pontianak bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) mengadakan job fair yang diikuti 25 perusahaan dengan 145 lowongan bagi pencari kerja.

“Kota Pontianak adalah kota perdagangan dan jasa. Kita berharap job fair membuka lapangan pekerjaan,” Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka Job Fair Kota Pontianak di Aula UMP Jalan Ahmad Yani, Selasa.

Ia menyebutkan angka pengangguran terbuka mengalami penurunan di 2023, yaitu 8,92 persen, sementara tahun 2022 yaitu 9,82 persen. Menurut Edi angka pengangguran terbuka mengalami kenaikan setelah pandemi COVID-19.

Job fair menjadi solusi menguntungkan bagi kedua pihak di mana usia produktif mendapatkan informasi tentang pekerjaan, di sisi lain perusahaan mendapat tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Angkatan kerja, yaitu penduduk yang memasuki usia kerja juga tinggi. Perluasan lapangan kerja dapat dilakukan dengan rutin menggelar job fair,” sebutnya.

Menurutnya, bonus demografi di Indonesia akan mengalami puncaknya pada 2030-2035. Menyambung ucapan Presiden Joko Widodo, hampir 70 persen warga Indonesia saat itu adalah mereka yang memasuki usia produktif.

Edi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia pun mendorong anak muda untuk selalu memperbaharui keterampilan dan memperluas jaringan.

“Optimalkan bonus demografi dengan meningkatkan kualitas SDM anak-anak muda, terutama kemampuan dan jiwa usaha. Jiwa wirausaha harus berani memulai,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator berkembangnya lapangan pekerjaan. Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sudah mencapai 4,8 persen, mendekati pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,2 persen.

Edi menjelaskan salah satu cara untuk menambah lapangan kerja dengan menarik investasi. Pemkot Pontianak melalui dinas terkait berupaya mempermudah investasi seperti perizinan dan kemudahan pelayanan izin usaha lainnya.

“Menciptakan pasar ekspor harus ditingkatkan,” ujarnya.

Kepala Disnaker Kota Pontianak Ismail menerangkan Job Fair Kota Pontianak juga menyediakan fasilitas berbagai pelatihan. Pihaknya membangun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Lembaga Pelatihan Kerja sebagai wadah melatih vokasi. Lembaga lainnya seperti Bursa Kerja Khusus.

“Job Fair dilaksanakan dua hari yaitu dari tanggal 28-29 November,” kata dia.*

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023