Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini memprioritaskan penanganan lima ruas jalan di daerah tersebut melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp89,4 miliar.

"Anggaran dari DAK fisik tahun ini kami fokuskan untuk penanganan lima ruas jalan yang kondisinya memang membutuhkan perhatian serius," kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, di Putussibau Kapuas Hulu, Sabtu.

Lima ruas jalan yang akan ditangani melalui DAK fisik pada tahun 2024 ini, yaitu ruas jalan Semangut-Segita, Kecamatan Bunut Hulu, ruas jalan Tepuai-Nanga Taman di Kecamatan Hulu Gurung dan Kecamatan Boyan Tanjung, ruas jalan Nanga Lidi-Kerangan Panjang Kecamatan Hulu Gurung dan Kecamatan Pengkadan, ruas jalan Simpang Senara Simpang Sekubah di Kecamatan Hulu Gurung dan Kecamatan Jongkong, ruas jalan Mataso-Ulak Pauk Kecamatan Embaloh Hulu.

"Yang memakan dana cukup besar, yaitu di Kecamatan Bunut Hulu yaitu sebesar Rp24,7 miliar untuk penanganan long segment dan ruas jalan Semanggut-Segitak (Kelibang)," ujar Fransiskus.

Fransiskus menyebutkan, berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 1.158 Tahun 2023, yang menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kapuas Hulu, yaitu status jalan kabupaten dengan total panjang 1.106,148 kilometer, yang terdiri dari 146 ruas jalan. Sedangkan, untuk jalan dengan dengan panjang 878,979 kilometer yang terdiri dari 124 ruas jalan.

Menurutnya, ruas jalan itu tersebar di 23 kecamatan dan 278 desa di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Dia menyatakan pula, dari total ruas jalan dan panjang jalan kabupaten tersebut tingkat kemantapan jalan baru mencapai 68,08 persen, sedangkan untuk jalan desa tingkat kemantapannya baru mencapai 30,21 persen.

Olehnya, kata Fransiskus lagi, Kapuas Hulu memerlukan bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan infrastruktur itu, salah satunya melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan pemerintah provinsi untuk jalan dan jembatan.

Pada tahun 2023, dari pemerintah pusat Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan empat paket pekerjaan, yaitu penangan ruas jalan Nanga Kantuk-Sungai Antu, ruas jalan Jangan Manday-Nanga Embaloh, ruas jalan Simpang Silat-Nanga Silat, ruas jalan Simpang Sayut-Nanga Sarai.

Sedangkan, dari bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalbar untuk menangani ruas jalan Simpang Senara-Simpang Sekubah, ruas jalan Menendang-Nanga Temenang, ruas jalan Sibau Hulu-Potan dan ruas jalan Keramin-Nanga Manday.

Selain itu, untuk DAK fisik tahun 2023 ada tiga ruas jalan yang ditangani, yaitu ruas jalan Simpang Silat-Nanga Silat, ruas jalan Simpang Sayut-Nanga Sarai, dan ruas jalan Simpang Empat Suruk-Nanga Payang.

"Jadi untuk tahun ini kami terus fokus dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, yang menjadi kendala wilayah kami yang cukup luas dan anggaran daerah sangat terbatas, makanya kami sangat memerlukan bantuan pemerintah pusat dan pemprov," katanya lagi.

Fransiskus mengakui ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang baik merupakan pendukung pertumbuhan ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat.

"Oleh karena itu, kami juga meminta dukungan masyarakat agar program pembangunan di Kapuas Hulu berjalan lancar sesuai ketentuan, kami bertekad menuntaskan persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat," kata Fransiskus.


 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024