Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Gubernur Kalbar Ria Norsan menekankan pesan persatuan dan kebersamaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili karena bertepatan dengan menyambut Ramadhan 2026.
"Perayaan Imlek di Bundaran Gaforaya atau Tugu Benteng Mangrove ini miliknya publik, miliknya masyarakat umum. Semua boleh menggunakan Bundaran Gaforaya, termasuk malam hari ini sahabat-saudara kita warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek," kata Sujiwo saat menghadiri perayaan Imlek di Sungai Raya, Selasa.
Bupati Sujiwo menegaskan Bundaran Gaforaya merupakan ruang publik milik seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku dan agama.
Ia menyebut momentum Imlek yang berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan menjadi simbol kuat kolaborasi antar-umat beragama. Menurut dia, keberagaman harus menjadi potensi kekuatan dalam pembangunan.
"Perbedaan dan keberagaman itu harus menjadi potensi kekuatan untuk membangun bangsa ini. Dalam kondisi apa pun, masyarakat tidak boleh terpecah belah. Persatuan adalah modal utama pembangunan," tuturnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengajak masyarakat terus menjaga persatuan di tengah kemajemukan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada warga Tionghoa di Kubu Raya.
"Kami mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek ke-2577. Mudah-mudahan masyarakat selalu mendapat berkah, aman, sehat, dan sukses dalam usahanya," katanya.
Sukiryanto menyebut Kubu Raya dihuni sedikitnya 17 etnis yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih tingkat kabupaten, sementara di Kalimantan Barat terdapat sekitar 24 etnis. Keragaman tersebut dinilai sebagai kekuatan sosial yang harus dijaga.
Ia berharap perayaan Imlek di Bundaran Gaforaya dapat menjadi agenda tahunan. Selain sebagai pusat kegiatan budaya, kawasan tersebut juga merepresentasikan identitas daerah melalui benteng dan ekosistem mangrove.
Di tempat terpisah, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menghadiri perayaan malam Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar Perkumpulan Hong Long Sie Ke/Marga Yo di Gedung Perkumpulan Marga Yo, Jalan Gajah Mada, Pontianak.
Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili/2026 berlangsung meriah dengan atraksi barongsai dan pesta kembang api yang disaksikan ribuan warga dari berbagai etnis dan agama.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat serta mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Mari kita bersatu untuk Kalimantan Barat sebagai rumah besar kita dan kita majukan bersama," katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan keberagaman sebagai kekuatan daerah. Menurut dia, perayaan Imlek harus menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Norsan juga mengungkapkan pada malam yang sama dirinya melepas pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan. Ia mengibaratkan obor dan lampion sebagai simbol cahaya persaudaraan.
"Obor melambangkan cahaya, lampion juga melambangkan cahaya. Dua cahaya yang menyatu malam ini melambangkan persaudaraan masyarakat Tionghoa dan umat Muslim," kata dia.
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menambahkan perayaan Imlek menjadi contoh nyata harmoni di Kalimantan Barat, terlihat dari ribuan warga yang membaur di kawasan Jalan Gajah Mada.
Perayaan dihadiri unsur Forkopimda, ketua TP PKK provinsi, wali kota, tokoh masyarakat, serta warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya dan pesta kembang api.
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026