Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Melawi Kalimantan Barat mendesak pemerintah meningkatkan kualitas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sintang dan menuju Naga Pinoh Kabupaten Melawi, khususnya di ruas jalan Labang, Kecamatan Belimbing yang sempit dan minim penerangan. Akibatnya, telah berulang kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa pengguna jalan.

“Kecelakaan terbaru di titik itu terjadi pada 28 Mei 2026 bertepatan dengan Pembukaan Gawai Dayak Kabupaten Melawi dan ini menambah daftar panjang jumlah korban kecelakaan di jalur itu,” kata Ketua GMKI Cabang Melawi, Rio Gunawan di Melawi, Jumat.

Ia mengatakan kecelakaan maut yang berulangkali terjadi di ruas jalan itu seharusnya direspon dengan cepat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas jalan, terutama memperlebar badan jalan dan menambah penerangan.

Rio mengatakan, saat pembukaan Gawai Dayak 2026, kondisi jalan yang membahayakan pengendara itu sudah ia sampaikan kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus yang hadir di Nanga Pinoh membuka Gawai Dayak Malawi.
Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Melawi Kalimantan Barat mendesak pemerintah meningkatkan kualitas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sintang dan menuju Naga Pinoh Kabupaten Melawi, khususnya di ruas jalan Labang, Kecamatan Belimbing yang sempit dan minim penerangan. (ANTARA/Ho)


"Jalan sempit tanpa penerangan adalah ancaman nyata bagi keselamatan rakyat. Negara tidak boleh abai. Infrastruktur adalah hak dasar masyarakat, bukan kemewahan,” kata Rio.

Ia mengatakan kondisi infrastruktur jalan yang buruk bukan hanya terdapat di Desa Labang tapi masih banyak kondisi infrastruktur lainnya di wilayah Malawi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

GMKI Cabang Melawi menuntut agar pemerintah pusat dan daerah segera menindaklanjuti aspirasi ini dengan langkah konkret. Pelebaran jalan dan pemasangan penerangan harus menjadi prioritas, demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.

"Kecelakaan yang merenggut nyawa adalah alarm keras. Jika hari ini kita diam, maka korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu, karena itu kami menuntut keadilan infrastruktur," ucapnya.

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026