Menurut badan kemanusiaan itu, banyak dari 1,4 juta orang Somalia yang mengungsi akibat konflik dan kekeringan akan menanggung akibat dari krisis baru itu karena mereka bergantung pada panen yang bagus untuk menjaga harga pangan tetap rendah.
"Krisis (tahun lalu) membuat sejumlah besar keluarga tidak mampu menangani dampak dari kekeringan selama satu tahun," kata Sonia Zambakides, direktur kemanusiaan Save the Children untuk Somalia.
Organisasi bantuan itu meminta pendanaan dan upaya baru oleh masyarakat internasional untuk menangani penyebab pokok dari krisis pangan yang terus berlangsung di Somalia.
"Kita membutuhkan perubahan langkah dalam pendekatan terhadap Somalia: beralih dari semata-semata menanggapi keadaan darurat kelaparan ke menangani permasalahan yang memperburuk keadaan itu," kata Zambakides.
Somalia tahun lalu dilanda kelaparan parah akibat kekeringan terburuk yang terjadi negara itu, dan PBB mengumumkan Mogadishu dan empat wilayah Somalia selatan sebagai zona kelaparan serta memperingatkan bahwa kelaparan bisa meluas ke seluruh penjuru negara itu.
Kondisi itu diperumit oleh bentrokan-bentrokan yang terus terjadi antara pasukan Somalia serta Uni Afrika sekutunya dan gerilyawan Al-Shabaab.
Bentrokan-bentrokan itu berlangsung ketika badan-badan bantuan internasional berusaha mencari cara untuk menyerahkan bantuan makanan kepada penduduk yang tinggal di kawasan yang dilanda kelaparan, khususnya daerah-daerah Somalia selatan yang dikuasai kelompok Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaida.
(M014)
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.