San Francisco
(ANTARA Kalbar) - Ada kota yang letaknya dalam samudera, ada ladang yang
dilabeli bandar udara, ada jalan raya yang ujungnya entah di mana dan
ada satu rumah sakit di tengah pusat kota Stratford-upon-Avon di
Inggris, padahal aslinya tidak ada.
Selamat
datang di dunia baru Apple Maps yang menyapa para pengguna iPhone dan
iPad manakala mereka mengunduh update terbaru platform software mobile buatan si raksasa komputer itu, iOS 6.
Fitur Maps yang ditanam Apple Inc ini telah dikenalkan dengan banyak keriuhan Juni lalu oleh kepala software Apple Scott Forstall, dan ini adalah penantang langsung software dengan layanan serupa yang dikeluarkan Google Inc.
Namun
aplikasi ini mengundang banyak kritik dari penggunanya di seluruh dunia
karena memuat sejumlah kesalahan geografis, informasi yang tidak tepat
dan fitur sedikit pilihan yang malah membuat Google Maps tetap lebih
populer, termasuk dalam hal arah jalan transportasi publik, data lalu
lintas atau gambar jalan.
Apple Maps berusaha menggantikan Google Maps yang kini dinyawai iOS 6.
Di
Twitter dan forum-forum online, banyak penggunanya yang menngunduh iOS 6
yang dirilis Rabu lalu mengeluhkan kekurangan-kekurangan pada aplikasi
ini.
"Pembuat peta saja lebih akurat ketimbang Apple Maps," tulis @RayneBradley dalam Twitter seperti dikutip Reuters.
"Apple
Maps juga punya kesalahan dalam banyak daftar bisnis. Saya mencari
supir taksi (taxi driver), eh yang muncul malah tukang kulit binatang
(taxidermist)...(bener lho)," tulis @TomDavenport dalam Twitter.
Juru
bicara Apple Trudy Muller mengatakan bahwa perusahaannya telah
meluncurkan layanan baru yang disebutnya sebuah prakarsa besar.
"Maps adalah solusi berbasis cloud
dan semakin banyak orang yang menggunakannya, maka semakin bagus yang
didapatkan," kata dia. "Kami apresiasi semua masukan dari konsumen dan
tengah bekerja keras agar pengalaman konsumen lebih baik lagi."
Kritik
muncul menjelang diluncurkannya iPhone 5 di gerai-gerai seluruh dunia
Jumat waktu AS ini. iPhone 5 akan dinyawai iOS 6 dan ditempeli Maps.
Para pengguna yang membuat blog Tumblr bahkan dengan kasar mengatai software
ini dengan "iOS 6 Maps yang luar biasa" di mana begitu banyak kesalahan
gambar di dalamnya (http://theamazingios6maps.tumblr.com/) .
Ada
gambar yang menunjukkan kota Leknes di Norwegia terletak di laut
Norwegia, pusat kota Stratford-upon-Avon di Inggris malah dilabeli
dengan tanda rumah sakit.
Kesalahan-kesalahan
ini bahkan mengusik para politisi. Menteri Kehakiman Irlandia Alan
Shatter mengaku terkejut mendapati Airfield --kompleks seluar 35 hektare
yang diantaranya dihuni café di pusat kota Dundrum, Irlandia-- malah
dilabeli dengan gambar pesawat terbang (tanda bandara).
Dia
mengatakan ini akan berbahaya bagi pilot. Dia mengatakan Apple
mestinya memberi lambang bagi tempat itu dengan gambar "sapi, domba,
kambing, atau mungkin bunga", bukan malah gambar pesawat yang sama
sekali tidak mewakili gambaran tempat sesungguhnya.
Para
pengguna Apple di Asia juga terkejut melihat dua rangkaian teritori
yang disengketakan Jepang dan China di Kepulauan Senkaku.
Sejumlah orang berguyon ini adalah kiat Apple untuk meredakan ketegangan diplomatik antara Jepang dan China.
Di
AS, warga kota New York tidak bahagia karena Maps tidak menawarkan arah
letak transit transportasi publik yang justru merupakan fitur yang
banyak digunakan dalam Google Maps di kota-kota besar dunia.
"Ponselku
mestinya bisa mengarahkan aku ke bus dan kereta yang harus ditumpangi,"
kata Kenan Ali, warga Brooklyn, New York, yang rutin menggunakan
transportasi publik dan pengguna iPhone sejak 2008. "Aku berharap update
mendatang memasukkan arah transit ini."
Layanan
peta Apple berwujud gambar tiga dimensi mengenai kota yang dinamai
"Flyover" yang dilengkapi juga update lalu lintas real-time dan navigasi
bergilir, yang adalah fitur terakhir Google dalam perangkat-pernagkat
berbasis Android yang justru tidak ada dalam perangkat Apple.
Apple melisensikan data pemetaannya dari pembuat sistem navigasi wahana bernama TomTom.
TomTom sendiri menjamin kualitas peta itu, namun mengaku tidak mengembangkan aplikasi perpetaan ini.
"Selama
proses pemindahan data perpetaan ke dalam sebuah aplikasi, setiap
pabrik punya kewenangannya sendiri," kata juru bicara TomTom, Cem Cohen.
"Kami tak menjadi bagian proses itu. Apple sungguh menggunakan peta
serupa seperti yang kami gunakan untuk para konsumen lainnya."
Cohen mengatakan TomTom tidak membahas soal ini dengan Apple.
"Masalahnya
ini terlalu fundamental," kata Marcus Thielking, pendiri Skobbler,
yaitu pembuat aplikasi GPS Navigation 2, seperti dikutip Reuters.
Dia
menyebutkan Apple membutuhkan orang-orang yang sangat spesifik
keahliannya untuk memperbaiki masalah ini. "Kesalahan ini bukan
kompetensi utama mereka," sambungnya.
Google
belum berkomentar apakah mereka akan menggunakan aplikasi Google Maps
untuk iOS 6. Saat ini para penggunan mengakses Google Maps melalui
browser.
"Misi kami adalah membuat Google Maps
bisa untuk siapa saja yang ingin menggunakannya, tak peduli apa
perangkatnya, browser, atau sistem operasinya," kata Google.
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.