Jakarta (ANTARA Kalbar) - Anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menduga penembak wartawan TVRI, Djuli Elfano bernama Rudi Husada (23) telah lebih dari 50 kali melakukan pencurian kendaraan roda dua.

"Pelaku kerap beroperasi di kawasan Ciputat dan Bintaro, Kota Tangerang Selatan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Toni mengatakan aparat Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metero Jaya bersama Polda Lampung meringkus RD di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lampung, Selasa (20/11) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aparat gabungan tersebut menyelediki keberadaan Rudi selama sepekan yang diduga bersembunyi di daerah Bengkulu dan Lampung.

Rudi diduga pelaku spesialis pencurian sepeda motor dalam aksinya kerap melukai beberapa korban dengan senjata api.

Toni mengungkapkan Rudi menjual hasil kejahatannya kepada seseorang yang diduga sebagai penadah di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Helmy Santika menambahkan pihaknya masih mengembangkan kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut dengan mencari penadah dan pelaku lainnya.

"Pelaku masih dalam perjalanan ke Jakarta dan akan dikembangkan untuk komplotan lainnya," ujar Helmy.

Sebanyak dua pelaku mencuri kendaraan motor bernomor polisi B-6481-WEP milik Djuli yang terparkir di depan rumahnya, di Jalan Kalimantan, Villa Bintaro Indah Blok B4/2A RT 07/011, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17/3) siang.

Rudi sebagai eksekutor yang menembak Djuli hingga tewas karena kepergok akan mengambil sepeda motor milik korban, Hendra Yudha.

Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya menangkap Hendra Yudha yang diduga berperan sebagai "joki" pengemudi sepeda motor roda dua saat pelaku beraksi menggasak kendaraan milik Djuli Elfano.

 Hendra ditangkap petugas di rumah kerabatnya di Dusun Cilebar I, Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, 26 Mei 2012.
(T014)




: Nurul Hayat

COPYRIGHT © ANTARA 2026