Menurut Jusuf Kalla di Pontianak, Senin, masalah itu akan sulit karena netralitas menjadi esensi dasar dari PMI.
"Kegiatan PMI tidak memandang latar belakang seseorang, suku, agama, politik, dan lain sebagainya. Karena yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa seseorang," ujar Jusuf Kalla saat melantik pengurus PMI Provinsi Kalbar.
Ia mencontohkan pengalamannya ke Israel, lalu ke Palestina untuk misi PMI.
Selain di dalam negeri, PMI juga aktif membantu ke luar negeri seperti Myanmar dan Filipina.
"Kalau ada kejadian di tempat lain, kemanusiaan tidak mengenal wilayah," kata dia.
PMI, mempunyai kepengurusan yang sedikit. Di tingkat provinsi hanya 13 orang, pusat 15 orang dan kabupaten/kota sebanyak 11 orang.
"Tapi yang sedikit terkadang lebih efisien," ujarnya. Ia mencontohkan pengurus partai yang jumlahnya mencapai ratusan orang atau Hipmi yang sekitar 1.000 orang.
"Kalau terlalu banyak, nanti masing-masing saling berharap. Dan akhirnya tidak ada yang bisa diharapkan," kata dia.
(T011)
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.