"Kami meminta bupati Kubu Raya Rusman Ali untuk segera mencopot Kepala Arpusda Kubu Raya karena sudah benar-benar kelewatan dan tidak menjalankan tugasnya pada tempatnya. Kalau ini dibiarkan berlanjut, tentu akan berdampak negatif bagi bawahannya dan PNS lain," kata Koordinator aksi Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya, Akang, di Sungai Raya, Senin.
Ia menjelaskan sebelum mendatangi kantor bupati Kubu Raya, pihaknya telah mendatangi langsung kantor Arpusda Kubu Raya untuk menanyakan langsung mengenai ketidaksesuaian fungsi dan tugas yang telah dilakukan oleh kepala Arpusda tersebut.
"Bayangkan saja, bagaimana bisa seorang kepala Arpusda melayangkan surat kepada Gubernur Kalbar untuk pengajuan penggantian Sekda Kubu Raya. Ini jelas-jelas suatu hal yang salah yang telah dilakukan oleh kepala Arpusda, dan informasi ini kami dapat dari investigasi yang kami lakukan dan petunjuk dari sumber terpercaya kami di kantor Gubernur" tuturnya.
Akang menambahkan, sebelumnya Sesilia yang saat ini menjabat sebagai kepala Arpusda Kubu Raya telah banyak membuat keresahan di kalangan PNS. Pasalnya, yang bersangkutan sering terlihat terlibat dalam kegiatan partai politik bahkan tidak segan-segan menggunakan seragam parpol tersebut, meski berstatus sebagai PNS.
"Padahal kita tahu jelas kalau PNS dilarang berpolitik, apalagi bergabung dengan suatu parpol. Untuk itu saya harapkan kepada Sekda dan Bupati Kubu Raya untuk mencopot jabatannya dan dikembalikan sebagai tenaga pengajar bahkan bila perlu pecat saja pegawai yang seperti ini," katanya.
Terpisah, Kepala Arpusda Kubu Raya Sisilia menyangkal kalau telah melakukan hal seperti yang dituduhkan oleh belasan Ormas dan Pemuda Pancasila Kubu Raya.
"Demi Tuhan, saya tidak pernah melakukan hal tersebut karena saya ini tidak mungkin melakukan apa yang dituduhkan mereka kepada saya. Makanya saya akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian karena ini jelas-jelas bentuk pencemaran nama baik saya," katanya.
Sayangnya saat akan melakukan komunikasi dengan bupati Kubu Raya, puluhan masa yang berasal dari belasan ormas serta Pemuda Pancasila Kubu Raya itu tidak bisa menemui orang nomor satu di kabupaten itu.
Awalnya rombongan sempat dipersilakan masuk lobi bupati untuk menunggu bupati yang katanya sedang rapat. Namun hingga sore hari diketahui Bupati Kubu Raya sudah tidak berada di tempat.***1***
(KR-RDO/A029)
Pewarta: Rendra Oxtora: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.