Menurut Bujang Suprapto, salah seorang saksi mata, peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/2) sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu, ia melihat ada ponton bermuatan kayu dari arah Nanga Pinoh menuju Pontianak menabrak empat fender Jembatan Melawi.
"Suara benturan cukup keras, saya dan puluhan warga Kampung Ladang lainnya yang berada di bawah Jembatan Melawi langsung berhampuran keluar rumah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi," kata dia.
Mereka pun melihat sebuah ponton bermuatan kayu menabrak empat fender tiang pondasi Jembatan Melawi (tiang pondasi nomor tiga dihitung dari Kampung Ladang).
"Buritan kiri ponton yang menyenggol hingga empat fender itu tumbang semua," tutur Bujang.
Dia langsung tancap gas sepeda motornya mengejar ponton itu kearah Sungai Durian. Sesampai di Dermaga Sungai Durian, Bujang langsung menyewa perahu bermotor untuk mencegat ponton yang telah menabrak fender Jembatan Melawi.
Bujang akhirnya berhasil memberhentikan tug boat yang menarik ponton kayu itu di Saka Tiga.
"Saya minta juragannya berhenti. Mereka bersedia menambatkan onton yang dibawanya persis di seberang Markas Polair Polres Sintang," terangnya.
Setelah berbicara dengan juragannya, mereka pun mengakui telah menabrak fender Jembatan Melawi. "Saya tanya dari perusahaan mana. Juragannya bilang dari PT Alas Kusuma," cerita Bujang.
Selang beberapa waktu kemudian, Polair kemudian menghubungi Bujang menanyakan posisi ponton.
Tak lama kemudian, petugas Polair datang dan membawa juragan ponton untuk melihat kondisi fender Jembatan Melawi yang rusak tersebut. Di tempat kejadian perkara, terlihat tampak empat fender tiang pondasi Jembatan Melawi ini karam. Bahkan tiang pondasi Jembatan Melawi terlihat tergores oleh kayu yang dibawa ponton itu.
Iskandar, pemilik ponton mengakui dirinya sulit mengontrol buritan karena arus sungai yang terlalu deras."Posisi Ponton jadi tidak bisa lurus sehingga menabrak fender," kilahnya.
Dia mengaku sudah menghubungi pemilik kapal dan mereka bersedia mengganti kerugian akibat peristiwa tersebut jika dalam penyidikan nanti terbukti ada kesalahan dari pihaknya.
Dikatakannya, Kapal Ponton TB Cahaya Bahari VIII itu membawa kayu milik PT Batasan dan PT Sari Bumi Kusuma. Kasat Polair Kabupaten Sintang, AKP Fahri Gunawan mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus ini. Ponton yang menabrak fender Jembatan Melawi ini sudah diamankan oleh Satpolair Polres Sintang.
Pewarta: FaizEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.