Ketapang (Antara Kalbar) - Sejumlah peserta Ujian Nasional Berbasis Kompetensi di Kabupaten Ketapang mengaku lebih menyukai cara baru dalam ujian dibanding metode sebelumnya.
    Bima, salah seorang siswa SMK 2 Kecamatan Delta Pawan Ketapang, Senin menuturkan, tidak mengalami kesulitan dalam menjalani UNBK. Ia bahkan bisa keluar lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
    Di SMK 2, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi di dua ruangan berbeda. "Sekarang ini UN lebih enak dan tidak ribet seperti ujian  yang memakai lembar jawaban soal," ujar dia.
    Bima mengatakan dirinya hanya perlu  memasukan nomor register diawal sebelum mengisi semua soal. Ia pun tidak perlu repot mengisi data diri terlebih dahulu.
    Selain itu, saat menjawab soal-soal di layar komputer juga mudah. "Cukup meng-klik jawaban yang dianggap benar, kalaupun ingin mengganti jawaban yang salah tidak susah," katanya.
    Sementara itu pengawas UNBK Rahmat Zain mengatakan saat ini kendala di SMK 2 hanya terbatasnya ruangan dan komputer yang belum bisa mencukupi jumlah siswa yang melakukan ujian.
    "Untuk aliran lisrtik dan sinyal internet saat ini masih berjalan aman dan tanpa kendala," ujar dia. Ia berharap, PLN Ketapang tidak mematikan listrik saat ujian berlangsung meskipun pihak sekolah telah menyiapkan genset untuk mengantisipasinya.
    Di Kabupaten Ketapang, ada 1.138 pelajar SMK yang melaksanakan UN tahun ini. Ada dua sekolah penyelenggara UNBK yakni SMK 1 di Kecamatan Benua Kayong dan SMK 2 Ketapang di Kecamatan Delta Pawan.



Pewarta: John
Editor : Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2026