"Informasi penyerahan lima pucuk senjata api dari masyarakat di perbatasan ini berdasarkan keterangan dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 312/KH Letkol Inf Yusuf Rizal. Anggota kita yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia, menerima penyerahan senjata api yang secara suka rela dari masyarakat," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Tri Rana Subekti, di Sungai Raya, Senin.
Dia memaparkan, senjata yang diterima oleh Satgas dalam tiga hari berturut-turut tersebut tersebar di beberapa pos di antaranya pada Sabtu 11 Juni 2016. Danpos Nanga Bayan, Sertu Mangabdi Sinaga menerima 1 pucuk senjata api rakitan laras panjang dari Thomas (32) warga Dusun Nanga Bayan, Desa Nanga Bayan Kecamatan Senaning Kabupaten Sintang, terang Kapendam.
"Sementara pada Minggu 12 Juni 2016 Danpos Keladan Sertu Azhari telah menerima penyerahan dua pucuk senjata api rakitan laras panjang dari Badam (40) dan Matius Alop (40). Keduanya warga Desa Keladan, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu," katanya.
Sebelumnya, pada Jumat, 10 Juni 2016 Satgas Yonif 312/KH menerima dua pucuk senjata api rakitan di dua pos yang berbeda, yaitu Danpos Sungai Kelik, Sertu Rendi menerima 1 pucuk senjata api dari Chunda (58) warga Dusun Landau Kemayu, Desa Sungai Kelik Kecamatan Senaning Kabupaten Sintang.
Sedangkan yang satu lagi sangat menarik, senjata api tersebut diserahkan oleh seorang ibu rumah tangga, Madung (46) warga Desa Kantuk Asam Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu kepada Serka Aria Seto selaku Danpos Kantuk Asam.
"Terkait hal ini, kami kembali menghimbau bagi warga yang masih memiliki senjata api, amunisi atau bahan peledak ilegal di bulan Ramadhan yang suci ini, untuk menyerahkan kepada Aparat TNI yang terdekat. Kapendam juga memberikan apresiasi kepada ibu Madung yang telah menyerahkan dengan suka rela patut untuk diteladani," katanya.
(U.KR-RDO/N005)
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.