"Saya menyarankan agar pendistribusian LPG 3 kilogram langsung ke BUMDes, sehingga ketersediaannya aman di desa-desa. Kalau ada kelangkaan LPG di satu desa, kita bisa langsung tunjuk pemasaran di desa itu, sehingga, hal ini memudahkan pengangkutan jika pemerintah mengadakan subsidi," kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.
Sutarmidji mengatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pasti menimbulkan dampak, seperti kenaikan transportasi umum yang berpengaruh pada harga dan dapat menyebabkan masalah inflasi dan sebagainya.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menyiasati hal itu dengan melakukan 2 hal. Pertama, menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat yang betul-betul tidak mampu dan kedua, kami melakukan operasi pasar dan selalu mengikuti komponen yang harganya naik dalam menghitung inflasi," tuturnya.
Dia menjelaskan, tujuan digelarnya operasi pasar di kecamatan yang ada di Kalbar adalah untuk mencegah terjadinya lonjakan inflasi dan tingginya harga pangan.
"Itu yang kami lakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan inflasi. Alhamdulillah, hingga Kalbar sampai hari ini termasuk daerah dengan inflasi kategori rendah," kata Sutarmidji.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.