Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa pawai obor menyambut Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini menjadi simbol kebersamaan, suka cita, dan toleransi beragama masyarakat Kalbar
"Selamat datang Bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Marhaban ya Ramadhan, semoga Ramadhan kali ini membawa keberkahan untuk kita semua masyarakat Kalimantan Barat," kata Ria Norsan saat melepas pawai obor di Kota Pontianak, Selasa.
Menurut dia, obor memiliki makna simbolis sebagai cahaya iman, semangat kebersamaan, dan tekad menyucikan diri menyongsong bulan suci. Tahun ini, pawai obor juga bertepatan dengan perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa.
Ria Norsan menilai pertemuan dua momentum tersebut menjadi simbol harmoni dan toleransi di Kalbar. Cahaya obor Ramadhan dan lampion Imlek disebutnya sebagai gambaran persaudaraan dalam keberagaman.
"Dua cahaya dari dua tradisi bersinar berdampingan, menegaskan bahwa Kalimantan Barat adalah rumah bagi keberagaman, keharmonisan, dan toleransi," tuturnya.
Usai pelepasan, Gubernur dan Ketua TP PKK turut berjalan bersama ribuan warga mengikuti pawai obor sebagai bentuk sukacita menyambut Ramadhan. Peserta datang dari berbagai kalangan masyarakat dan organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Ria Norsan mengingatkan peserta agar menjaga ketertiban dan mengikuti rute yang telah ditetapkan panitia demi kelancaran kegiatan.
"Dalam rangka pawai obor ini, mari kita jaga ketertiban, ikuti arahan panitia, dan berjalan di jalur yang sudah ditentukan," kata dia.
Ia menjelaskan pawai obor Ramadhan merupakan tradisi turun-temurun yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kalimantan Barat. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus kegembiraan dalam menyambut bulan penuh berkah.
Di tempat terpisah, Bupati Kubu Raya Sujiwo membuka pawai obor Ramadhan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (16/2/2026) malam. Kegiatan dimulai setelah salat Magrib dengan rute sekitar 2,5 kilometer.
Bupati mengatakan pawai obor tidak hanya menjadi tradisi menyambut Ramadhan, tetapi juga sarana membangun karakter kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menyebut kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah bersama masyarakat.
Pawai obor di Pontianak dan Kubu Raya menjadi rangkaian kegiatan masyarakat Kalimantan Barat dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, sekaligus memperkuat pesan persatuan dan toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026