Pontianak, Kalbar (ANTARA) - Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Rudy M Harahap menggelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran (Evran) Tahun Anggaran 2026 bersama Bupati Kayong Utara Romi Wijaya di Kantor Perwakilan BPKP Kalbar.
"BPKP akan memfokuskan evaluasi pada lima sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, dan ketahanan pangan," kata Rudy di Pontianak, Jumat.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan alokasi APBD Kabupaten Kayong Utara selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah, sekaligus mendukung pencapaian target strategis pemerintah.
Dalam pemaparannya, Rudy menekankan pentingnya ketepatan perencanaan dan penganggaran di tingkat daerah guna mendukung program strategis nasional, termasuk target Astacita dan Quick Wins PHTC.
Rudy mengungkapkan hasil evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan adanya risiko ketidakefektifan anggaran yang cukup signifikan di Kabupaten Kayong Utara.
Tercatat anggaran senilai Rp351,87 miliar atau sekitar 99,91 persen dari rancangan subkegiatan berisiko tidak efektif akibat berbagai faktor, termasuk adanya subkegiatan yang dinilai tidak relevan dengan prioritas pembangunan.
"Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk berani mengidentifikasi program yang tidak produktif atau boros, kemudian melakukan refocusing anggaran ke program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Rudy menekankan pentingnya penyelarasan target pembangunan antara kabupaten dan provinsi. Ia mencontohkan perlunya sinkronisasi target Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Kayong Utara dengan target Provinsi Kalimantan Barat.
Selain itu, hasil efisiensi anggaran diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) kepala daerah.
"Bupati perlu memanfaatkan hasil efisiensi anggaran melalui refocusing ke program prioritas yang berkontribusi langsung terhadap Misi Astacita dan signifikan mengungkit pencapaian IKU Kepala Daerah," katanya.
Rudy juga menekankan pentingnya integrasi kinerja organisasi hingga ke level individu, termasuk memasukkan indikator sasaran sampai tingkat subkegiatan ke dalam sistem penilaian kinerja pegawai.
Menurutnya, peningkatan kualitas data dalam penetapan target serta pelatihan teknis bagi aparatur perencana menjadi langkah penting agar sinkronisasi antara rencana pusat dan daerah semakin kuat.
"Entry meeting ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola perencanaan dan penganggaran di daerah, sehingga APBD Kabupaten Kayong Utara Tahun 2026 diharapkan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Rudi.
