Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi guna mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat.
"Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.
Dia mengatakan, sejumlah kegiatan keagamaan yang telah dimasukkan ke dalam kalender tahunan daerah akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata, khususnya bagi umat Muslim.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti Selawat Akbar yang direncanakan digelar pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj, memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat luas, termasuk dari luar daerah.
Menurut dia, konsep wisata religi tersebut tidak hanya terbatas pada umat Islam, tetapi juga akan dikembangkan secara inklusif dengan melibatkan seluruh agama yang ada di Kubu Raya.
"Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi," tuturnya.
Sujiwo menilai, pendekatan tersebut tidak hanya memperkuat kerukunan antarumat beragama, tetapi juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung.
Dalam mendukung pengembangan wisata religi, ia turut menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah. Kawasan tersebut dinilai strategis sebagai pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.
"Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan, baik untuk kegiatan keagamaan maupun seni budaya," katanya.
Namun demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman digunakan. Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang-ruang publik yang telah dibangun pemerintah.
"Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang," kata dia.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026