Pengamat sebut subsidi ke orang lebih tepat sasaran ketimbang BBM
- 14 Agustus 2026 10:41
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (keempat kiri) dan para Menteri Kabinet Kerja bergegas seusai mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11) malam. Harga BBM bersubsidi jenis premium naik menjadi Rp. 8.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 6.500/liter dan solar naik menjadi Rp. 7.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 5.500/liter mulai Selasa 18 November 2014 pukul 00.00 WIB. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt/14.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kiri), Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kiri) mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11) malam. Harga BBM bersubsidi jenis premium naik menjadi Rp. 8.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 6.500/liter dan solar naik menjadi Rp. 7.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 5.500/liter mulai Selasa 18 November 2014 pukul 00.00 WIB. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt/14.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla dan para Menteri Kabinet Kerja mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11) malam. Harga BBM bersubsidi jenis premium naik menjadi Rp. 8.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 6.500/liter dan solar naik menjadi Rp. 7.500/liter atau naik Rp. 2.000 dimana sebelumnya Rp. 5.500/liter mulai Selasa 18 November 2014 pukul 00.00 WIB. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt/14.