Musik Sape Festival Sentarum

  • Selasa, 31 Oktober 2017 17:22

Pemetik Sape asal Sarawak, Malaysia, Elizabeth membawakan lagu saat tampil dalam pertunjukan musik Festival Danau Sentarum 2017 di Kecamatan Lanjak, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (26/10) malam. Pertunjukan musik menggunakan Sape atau alat musik tradisional petik khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu tersebut, memainkan sejumlah lagu daerah dan kebangsaan Indonesia. ANTARA FOTO/Hs Putra Pasaribu/jhw/17

Musisi alat musik tradisional Dayak, Ferry Sape (dua kiri) memainkan lagu Indonesia Pusaka saat tampil dalam pertunjukan musik Festival Danau Sentarum 2017 di Kecamatan Lanjak, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (26/10) malam. Pertunjukan musik menggunakan Sape atau alat musik tradisional petik khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu tersebut, memainkan sejumlah lagu daerah dan kebangsaan Indonesia. ANTARA FOTO/Hs Putra Pasaribu/jhw/17

Musisi alat musik tradisional Dayak, Ferry Sape (kiri) berkolaborasi dengan Pemetik Sape asal Sarawak, Malaysia, Elizabeth (kanan) saat tampil dalam pertunjukan musik Festival Danau Sentarum 2017 di Kecamatan Lanjak, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (26/10) malam. Pertunjukan musik menggunakan Sape atau alat musik tradisional petik khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu tersebut, memainkan sejumlah lagu daerah dan kebangsaan Indonesia. ANTARA FOTO/Hs Putra Pasaribu/jhw/17

Musisi alat musik tradisional Dayak, Ferry Sape (kiri) berkolaborasi dengan Pemetik Sape asal Sarawak, Malaysia, Elizabeth (kanan) saat tampil dalam pertunjukan musik Festival Danau Sentarum 2017 di Kecamatan Lanjak, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (26/10) malam. Pertunjukan musik menggunakan Sape atau alat musik tradisional petik khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu tersebut, memainkan sejumlah lagu daerah dan kebangsaan Indonesia. ANTARA FOTO/Hs Putra Pasaribu/jhw/17

Berita Terkait