Jakarta (ANTARA Kalbar) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan untuk menekan biaya logistik menjadi 10 persen pada 2014 sebagai persiapan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.

"Tingginya biaya logistik disebabkan masalah regulasi, masalah pelabuhan serta infrastruktur," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur di Jakarta, Jumat.

Natsir menyebutkan Kadin melihat tingginya biaya logistik menjadi salah satu masalah besar. Hal ini dapat terjadi karena hambatan infrastruktur, peraturan-peraturan yang sifatnya membatasi, hingga buruknya kualitas penyedia jasa logistik.

"Selain biaya, hal ketepatan waktu juga menjadi masalah lainnya. Kedua masalah ini akan berdampak pada daya saing Indonesia di pasar internasional," ujarnya.

Namun, Kadin berharap pemerintah dapat membangun dan memperbaiki infrastruktur logistik. Permasalahan biaya logistik sangat berpengaruh terhadap daya saing.

"Bagaimana menekan 'cost' logistik kita dari 15 persen turun menjadi 10 persen. Saat ini, angka sebesar 15 persen itu termasuk tinggi dan Kadin menargetkan untuk menurunkan persentase tersebut menjadi 10 persen pada 2014 atau menjelang ASEAN Economic Community (AEC)," paparnya.

(KR-IAZ)

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012