Gorontalo (ANTARA Kalbar) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Habibie, mengatakan sebagian besar anak-anak saat ini telah terjajah oleh makanan siap saji.

"Fenomena ini seharusnya membuat orang tua khawatir, karena makanan saji tentu saja mengandung zat tambahan yang tidak baik untuk kesehatan," ujarnya, Senin.

Padahal, tumbuh kembang anak yang optimal berasal dari nutrisi atau gizi yang diperoleh sejak dini.

Menurutnya, kondisi ini juga disebabkan oleh dominasi pasar makanan siap saji yang dipopulerkan oleh negara-negara maju hingga ke Indonesia.

"Seandainya saja orang tua lebih protektif dan kreatif, maka anak-anak tidak akan terjajah oleh jajanan yang bisa merenggut kesehatannya," ungkap Idah.

Menanggapi kondisi itu, PKK Provinsi Gorontalo melakukan sosialisasi terkait bahan makanan bergizi tinggi serta cara cerdas mengolahnya.

Idah menambahkan, orang tua harus kembali terjun ke dapur untuk membenahi menu makan anak dengan sajian makanan yang menarik.

Ia mencontohkan dalam menu ikan, tak hanya disajikan dengan digoreng dan dibakar, namun diolah menjadi bola- bola ikan, nuget, roti isi ikan, maupun olahan lainnya.

"Kami menyusun menu kreatif yang bisa dipraktekkan ibu-ibu di dapur. Intinya jangan takut berkreasi, bila anak susah makan ikan dan sayur, banyak cara untuk mengatasinya," imbuhnya.

Selain untuk keluarga, menu kreatif tersebut juga bisa diproduksi dalam jumlah banyak untuk dijual, sehingga dominasi makanan siap saji bisa diminimalisir.

(D015)

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2012