London (Antara Kalbar) - Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Melanie Schultz van Haegen didampingi 18 CEO atau pejabat eksekutif perusahaan setempat yang bergerak di bidang infrastruktur dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 31 Maret - 4 April 2014.

Kunjungan ke Indonesia itu akan membahas Masterplan of National Capital Integrated Costal Development (NCICD), demikian  Sekretaris Pertama KBRI Denhaag, Berlianto Situngkir kepada Antara London, Rabu.

Pertemuan juga akan membahas arah masa depan perjanjian investasi bilateral antara Indonesia dan Belanda setelah berakhirnya Perjanjian Investasi Bilateral (Bilateral Investment Agreement) pada bulan Juni 2015.

Indonesia saat ini sedang mempersiapkan template atau kerangka perjanjian investasi bilateral baru sebagai bahan negosiasi dengan negara-negara mitra disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini.

Berlianto Situngkir mengatakan, Wakil Presiden RI Boediono dalam kunjungan ke Belanda melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di kediaman resmi PM Rutte (Catshuis), Minggu.

Dalam pertemuan itu Wapres Boediono antara lain didampingi  Menteri Luar Negeri Dr. R.M. Marty M. Natalegawa, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Retno L.P. Marsudi, dan Sekretaris Wakil Presiden, Mohamad Oemar.

Sementara PM Rutte didampingi Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja sama Pembangunan Belanda, Lilianne Ploumen, Penasehat Politik Luar Negeri PM Belanda dan Dirjen Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, serta pejabat tinggi lainnya.

Pertemuan intinya membahas tindak lanjut kunjungan PM Rutte ke Indonesia pada bulan November tahun lalu, baik Wapres Boediono maupun PM Rutte menyatakan kepuasannya atas tindak lanjut kunjungan yang dinilai sangat signifikan, antara lain ditandatanganinya MoU Kerja Sama Pertahanan antara Menteri Pertahanan Belanda dan Indonesia di Den Haag Februari lalu.

Wapres Boediono menyampaikan kepada PM Rutte mengenai kunjungannya ke Maeslant Barrier di Rotterdam. PM Rutte menekankan kembali kesiapan Belanda untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kerja sama di bidang manajamen air sebagaimana yang  dibahas dengan Presiden SBY saat berkunjung ke Indonesia November 2013.

Rutte menyampaikan kekaguman atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,8 persen di tengah situasi ekonomi dunia yang belum kondusif saat ini sebagaimana dijelaskan oleh Wapres Boediono.

Wapres Boediono juga menjelaskan dampak tapering off yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat terhadap ekonomi Indonesia, yang menyebabkan kenaikan tingkat suku bunga dan pengetatan likuiditas.

Sebagai penutup pada pertemuan dalam suasana yang hangat dan bersahabat Wapres Boediono mengharapkan agar pertemuan NSS di bawah kepemimpinan Belanda akan berjalan baik dan menuai kesuksesan.

Pewarta: Zeynita Gibbons

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014