Jakarta (Antara Kalbarf) - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyambut baik dan mengapresiasi pembentukan tim transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla yang bertujuan untuk menyeleksi daftar nama yang layak masuk kabinet periode 2014-2019.

Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji usai pertemuan dengan media massa di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu, mengatakan pembentukan tim transisi harus dihargai, termasuk yang baik.


"Karena memindahkan suatu pemerintahan itu sangat pelik dan sulit," ucap Budi.

Menurut Budi, tugas Tim Transisi tidaklah mudah karena perpindahan pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke penerusnya harus berlangsung tanpa hambatan.

"Hal ini menjadi tugas Tim Transisi untuk menyiapkannya. Belum lagi, mereka harus mencari orang kompeten dan terbaik di bidangnya," ujarnya.

Menurut dia, tantangan pemerintahan ke depan sangat berat. Oleh karena itu, kalau orang yang duduk di kabinet tidak mumpuni maka masalah bangsa ini akan semakin bertambah.

"Ada masalah yang harus diketahui, masalah pemerintahan, hukum, ilmu terkait anggaran. Ada masalah moneter dan fiskal yang pelik. Tim Transisi akan mendalami masalah itu. Jangan sampai terlalu lama prosesnya," kata Budi.

Ia juga menilai masyarakat saat ini semakin dewasa dalam menghadapi pesta demokrasi. Bahkan, Pilpres 2014 berlangsung lancar dan tertib serta tidak adanya amuk massa yang dikhawatirkan terjadi.

Budi pun mengapresiasi kedua capres yang memanfaatkan koridor hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) ketika tidak puas dengan hasil pilpres.

"Semua rakyat sekarang pandai, semua mengarah ke konstitusi, hukum akan berjalan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Pewarta: Syaiful Hakim

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014