Ketapang (Antara Kalbar) - Terompet identik dengan perayaan tahun baru. Barang ini pula yang paling dicari untuk merayakan pergantian malam tahun baru.
 
Ilham (27) warga Sungai Cine Kelurahan Mulya Baru, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, salah satu penjual sekaligus pengrajin terompet mencoba peruntungannya menjajakan terompet karyanya sendiri. Lewat karyanya ini, dia bisa mendulang rupiah hingga ratusan ribu per hari.
 
Sejak 23 Desember lalu, dia mulai berjualan terompet. Tiap hari sejak pukul 13.00 WIB dia membuka dagangannya untuk menjajakan terompet buatannya di depan minimarket Fokus Ketapang Jl R. Suprapto.

"Biasanya saya jualan mainan anak, tapi kalau mau tahun baru, saya jualan terompet," kata bapak satu anak ini saat ditemui di tempat daganganya berjulan terompet, Sabtu.

Tahun ini juga bukan kali pertamanya dia berdagang terompet. Biar pun hanya setahun sekali, dia sudah 3 tahun menggeluti bisnis jualan terompet ini dan terbukti menghasilkan untung, kendati tidak sampai sebulan dia berjualan. "Tiap harinya selama dia menjual terompet, ratusan ribu bisa masuk ke dalam dompet," ujarnya.
 
Yang agak merepotkan dalam menjual terompet ini, lanjut Ilham, adalah saat musim hujan. Dinginnya hujan kadang membuat suara terompetnya berubah. "Nah kalau hujan, suara terompetnya jadi enggak nyaring karena lembab," ujarnya.
 
Kalau sudah seperti ini, di hari berikutnya, dia harus menjemur terompet-terompetnya dengan panas matahari.
 
Terompet-terompet yang dijual Ilham merupakan terompet konvensional yang ditiup dengan menggunakan tenaga hembusan mulut. Tentu ini tidak akan senyaring dengan terompet yang menggunakan bantuan gas untuk membunyikannya.
 
Antisipasinya, kata ilham, tentu membuat inovasi-inovasi terompet buatan manualnya ini. "Memang terompet saya kalah suaranya dengan terompet gas. Tapi kalau model, terompet saya enggak ada yang ngalahin," ujarnya menceritakan kelebihan terompet karton buatannya.
 
Beragam variasi bentuk diciptakan guna menarik pembeli. Mulai dari bentuk saxophone, hingga bentuk kepala naga, dia buat untuk menarik pembeli.
 
"Terompet kepala naga ini saya buat sendiri, kayanya enggak ada yang niru punya saya, kalau yang melengkung memang sudah banyak yang buat," tuturnya.
 
Dengan model yang cukup kecil ditambah sedikit kreativitas, terompet ini pun siap dijual. Terompet beragam model ini dijualnya dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp15 ribu hingga yang paling mahal Rp 45 ribu. Keuntungan per harinya pun bisa didapat mencapai ratusan ribu.
 
Kendati puluhan terompet yang dia buat ini tidak habis sebelum malam pergantian baru nanti, dia mengatakan, terompet-terompet ini masih tetap bisa dijual tahun depan. Tentunya dengan menambah variasi bentuk dan polesan supaya terlihat baru lagi. "Kalau enggak habis ya dijual tahun depan lah," ujarnya.

Pewarta: John

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014