Sekadau (Antara Kalbar) - Masyarakat Desa Seberang Kapuas, Kabupaten Sekadau, beberapa bulan belakangan sering mengeluh dan menggerutu karena aliran listrik di tempat tinggal mereka sering padam, terutama saat memasuki sore hari.

Hampir tiap hari terjadi pemadaman listrik. Listrik kerap padam di saat penerangan dibutuhkan yakni setiap mulai pukul 17.00 WIB. Warga yang sedang beristirahat sore sambil berkumpul bersama keluarga sambil menonton televisi harus mengusap dada.

"Itulah, kalau sudah jam 5 sore mulai mati lampu. Kenapa harus malam, padahal di jam-jam itulah kita butuh listrik," keluh Benidiktus warga Seberang Kapuas.

Jika biasanya listrik padam pukul 17.00 WIB - 20.00 WIB, lain lagi yang terjadi Rabu (26/3, sejak pukul 15.00 WIB, listrik di Seberang Kapuas dan wilayah lain di sekitarnya mendadak kolaps.

Warga awalnya mengira hanya pemadaman biasa. Namun, sampai hari berikutnya listrik tak kunjung menyala. Alhasil, ini membuat warga kesal.

"Tumben hari ini (kemarin) padam semalaman. Mau tidak mau tadi malam pakai pelita," kata Benidiktus dengan nada kesal.

Sementara itu, Manajer PLN Rayom Sekadau, Dwija Ardya Pradipta ditemui di ruang kerjanya melontarkan alasan terkait padamnya listrik di Seberang Kapuas. Lagu lama soal faktor alam ataupun cuaca masih saja jadi alasan utama.

"Kemarin ada pohon tumbang di wilayah ujung Tapang Pulau dan di sekitar Sebedau. Makanya di sekitar Seberang Kapuas sempat padam total. Petugas PLN sudah turun ke lapangan untuk memperbaiki kerusakan jaringan yang tertimpa pohon tumbang. Mungkin hari ini bisa diselesaikan," imbuhnya.

Dia melanjutkan, terkait pemadaman rutin tiap pukul 17.00 WIB yang kerap dikeluhkan warga, dirinya beralasan hal itu akibat daya yang mampu dihasilkan mesin pembangkit PLN Sekadau mengalami defisit atau minus daya.

Saat ini, mesin pembangkit yang beroperasi hanya 13 unit. PLN Sekadau sendiri hanya memiliki empat unit mesin pembangkit, serta 13 unit mesin sewaan.
Sementara empat unit mesin pembangkit untuk saat ini mengalami kerusakan cukup berat.

"Praktis hanya 13 unit mesin yang aktif. Akibatnya, PLN Sekadau mau tak mau harus menjadwalkan pemadaman listrik. Khusus Seberang Kapuas, pemadaman dijadwalkan tiap tiga hari sekali. Misalnya hari ini padam, tiga hari kemudian akan dipadamkan lagi. Nanti kami konfirmasi dulu ke developernya kapan selesai perbaikan. Untuk sekarang saya belum bisa jawab," katanya.

(Gansi/N005)

Pewarta: Gansi

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015