Pontianak  (Antara Kalbar) - Keluarga Busyaiyah Binti Syahrel korban tragedi Mina, yang berada di Kota Pontianak menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari Kementerian Agama Republik Indonesia, apakah memang benar ibunda mereka termasuk salah satu korban tragedi Mina.

"Kami mendengar kabar ibunda kami menjadi salah seorang korban tragedi Mina, Kamis (24/9) seusai melaksanakan shalat Idul Adha. Saya dapat telepon dari bapak mertua, dari tanah suci namun tidak saya angkat," kata Haris Wahyudin, suami Susanti (anak pertama korban) di Pontianak, Jumat.

Kemudian, dirinya kembali menghubungi mertuanya yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis pagi, telepon genggam mertuanya masih aktif, tetapi tidak diangkatnya.

"Namun ketika saya hubungi lagi sekitar pukul 11.00 WIB, telepon mertua saya sudah tidak aktif lagi," ungkap Haris.

Haris menjelaskan, tidak lama setelah itu, dirinya ditelepon dari dinas kesehatan Arab Saudi, yang memberitahukan, bahwa ibu mertuanya Busyaiyah Binti Syahrel merupakan salah seorang korban tragedi Mina.

"Tetapi kami sekeluarga masih masih menunggu kabar pasti dari Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar Haris.

Suasana duka terlihat di rumah korban (Busyaiyah Binti Syahrel-red) di Jalan Moh Hambal, No. 6, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat.

Busyaiyah Binti Syahrel binti Syahril Abdul Gafar kloter Batam, maktab 1 dengan nomor pasport A2708446, berangkat menunaikan ibadah haji dengan suaminya Abdul Wahab Idris Jafar yang hingga kini belum ada kabarnya.

Korban merupakan salah seorang staf PNS bagian Ekonomi Pembangunan di lingkungan Pemprov Kalbar.

(U.A057/E008)

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015