Pontianak  (Antara Kalbar) - Keluarga dari jemaah haji pasangan suami istri Arba`i bin Abdullah (67), dan Nabaha Binti Matseh (64) yang tinggal di kompleks Masjid Almuhtaddin, Universitas Tanjungpura, Selasa, masih berharap Arba`i bin Abdullah (67) selamat dari tragedi Mina.

"Kami pertama kali mendapat kabar duka, bahwa bapak kami menjadi salah seorang korban tragedi Mina dari salah satu keluarga yang turut dalam rombongan jemaah haji asal Kota Pontianak," kata Roby anak ketiga pasangan Arba`i - Nabaha, di Pontianak, Selasa.

Anak ketiga dari tujuh bersaudara itu menjelaskan, pihaknya mendapat kabar dari paman (adik ipar orang tuanya) disana, yang melihat bapaknya digotong dan dibawa ke rumah sakit.

"Namun kabar berbeda kami terima berdasarkan informasi yang dirilis pemerintah melalui berita di televisi, Minggu (27/9) yang menampilkan daftar nama korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, malah muncul nama ibu kami, Nabaha Binti Matseh," ungkapnya.

Roby menambahkan, hingga sekarang keberadaan bapaknya belum diketahui, dan masih dalam status dinyatakan hilang oleh Kemenag Kalbar dan Pontianak.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak enam jemaah haji asal Kota Pontianak yang dinyatakan sudah meninggal dunia.

Sementara itu, korban tragedi Mina asal Indonesia dari Kelompok Terbang 14 Embarkasi Batam, bertambah. Secara keseluruhan, haji yang wafat karena tragedi Mina bertambah menjadi 46 orang terdiri atas 42 orang dari Tanah Air dan empat warga negara Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.

"Jumlah haji yang wafat pada rilis kami sebelumnya sebanyak 45 orang, kini bertambah 46 orang. Tambahan satu korban meninggal atas nama Dahlia Sulaiman Hamdan dari Kloter BTH (Batam) 14 dengan nomor passpor A3689002," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Arsyad Hidayat pada jumpa pers di Mekah, Arab Saudi, Selasa dini hari.

Pada kesempatan tersebut dia juga mengungkapkan jumlah anggota jemaah yang dirawat di rumah sakit pemerintah Arab Saudi berkurang menjadi tujuh orang setelah tiga anggota jemaah kembali ke pemondokan masing-masing.

Tiga anggota jemaah tersebut adalah Zulaiha Lutan Alam, Arninda Idris Usman, dan Fadilah Abdul Karim Nurdin. Ketiganya berasal dari 14 embarkasi Batam (BTH 14) asal Kota Pontianak.

Namun, dia mengatakan terjadi penambahan jumlah jemaah yang dilaporkan belum kembali ke pemondokan mereka sejak peristiwa Mina dari sebelumnya 82 orang menjadi 90 orang.


(U.A057/N005)

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015