Sanggau (Antara Kalbar) - Sempat mengabarkan akan pulang ke Jawa sejak Oktober tahun lalu, Mahmud (50) ditemukan sudah menjadi kerangka.
    Penemuan kerangka Mahmud membuat gempar warga Dusun Sumber Baru, Desa Belangin III, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
   Kapolsek Kapuas AKP Bambang Suharno, korban sejak bulan Oktober lalu berpamitan pada sang istri, Cucu (55) untuk pergi bekerja ke Jawa. Sejak itu pula, korban dinyatakan menghilang. Namun, kuat didugaan korban tidak pergi ke Jawa dan memilih mengakhiri hidupnya di hutan hamparan 30 dengan jalan gantung diri.
    Ditambahkan, atas menghilangnya korban waktu itu, kerabat sempat mencari kesana-kemari hingga menghubungi keluarga di Jawa. Namun rupanya Mahmud tidak pernah datang ke Jawa.
    Kerangka korban ini ditemukan warga. Begitu mendapatkan laporan, petugas kepolisian bersama dokter di Puskesmas Belangin langsung meluncur ke lokasi kejadian.
    Mahmud mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, terlihat dari adanya tali yang masih menggantung di pohon dan kerangka sudah jatuh ke tanah. Kerangkanya tidak menyatu, berserakan.
    Sedangkan tali yang digunakan untuk gantung diri itu masih ada. Pohon yang digunakan untuk gantung diri juga sudah hampir menyentuh tanah. "Diperkirakan ketinggian kayu yang digunakan untuk gantung diri sebelumnya itu sekitar tiga hingga empat meter," paparnya.
    Menurut analisa dokter, tidak ditemukan adanya kekerasan fisik terhadap Mahmud dan kematian korban murni gantung diri. Namun, belum diketahui motif sebenarnya hingga Mahmud memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
    "Di lokasi kejadian, kita tidak menemukan satupun barang milik korban. Saat ini kerangka korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dimakamkan.  Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sehingga tidak dilakukan autopsi," pungkasnya.
    Sementara, menurut Cucu isteri korban selama ini, suaminya tidak memiliki permasalahan apapun dan dengan siapapun. Sejak hilang tanpa kabar itu, dirinya pun sempat pergi menyusul ke rumah anaknya di Putusibau. Namun, sekembalinya pun tak mendapatkan kabar  kemana keberadaan suami tercintanya.
    Kabar menghilangnya Mahmud ini, tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun, pihak keluarga sempat mencari kesana-kemari, hingga akhirnyaMahmud ditemukan sudah tidak bernyawa.
    Mahmud dan Cucu memiliki dua anak dan semuanya sudah berkeluarga. Cucu dan almarhum suaminya hanya tinggal berduaan di rumah mereka yang berada di Desa Belangin III.

Pewarta: M Khusyairi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016