Pontianak (Antara) - Pekan Gawai Dayak VII di Kabupaten Sekadau pada 25-30 Juni 2016 akan menampilkan cabang perlombaan baru yakni tari tradisional dan silat Dayak.

"Dewan Adat Dayak sudah membentuk struktur kepanitiaan yang akan mengurusi pelaksanaan teknis kegiatan. Panitia sudah dibentuk. Gawai Dayak ini agenda tahunan DAD yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menggali seni budaya Dayak," kata Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau Welbertus Willy saat dihubungi di Sekadau, Senin.

Sementara itu, Ketua Panitia PGD VII, Nico Bohot mengatakan, gawai Dayak tahun ini dikemas dengan konsep sedikit berbeda mengingat tahun ini merupakan gawai Dayak ke tujuh, dimana tujuh identik dengan angka keramat bagi masyarakat Dayak.

"Misalnya nanti masyarakat yang diundang makan bersama di Betang Youth Center membawa piring dan makanan masing-masing dari rumah. Seperti kebiasaan leluhur kita, dan gawai kali ini lebih menitikberatkan pesan penguatan adat dan lingkungan. Sebab, beberapa tahun terakhir isu kerusakan lingkungan memang menjadi kekhawatiran tersendiri. Tahun lalu kita dilanda kabut asap, ini menjadi salah satu penekanan untuk Gawai Dayak VII," tuturnya.

Nico melanjutkan, secara garis besar, pelaksanaan PGD merupakan upaya eksplorasi, promosi dan penggalian seni adat dan budaya lokal yang ada di Sekadau. Karenanya, beragam perlombaan dan pementasan seni adat budaya menjadi agenda utama event ini.

Gawai ini merupakan gawai masyarakat Sekadau. "Panitia juga akan undang semua paguyuban etnis-etnis yang ada di Sekadau untuk berpartisipasi. Juga akan ada sesi untuk masing-masing etnis menampilkan seni budaya masing - masing," ujar dia.

Sementara itu Koordinator seksi acara PGD VII, Ponsianus Herman menambahkan, pihaknya menginisiasi cabang perlombaan baru, yakni tari tradisional dan silat Dayak. "Panitia dalam waktu dekat juga akan roadshow ke kecamatan-kecamatan untuk merampungkan persiapan. Silat Dayak ini kurang terekspose, makanya kita coba angkat lewat PGD ini. Kita sudah siapkan buku panduan supaya kontingen bisa mempersiapkan diri," ujar Herman.

Sementara, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau, Isbianto menyatakan Pemkab Sekadau sangat mendukung upaya pelestarian budaya.

"Beberapa agenda pelestarian budaya rutin yang diakomodir oleh Pemkab Sekadau diantaranya gawai Dayak, festival budaya bumi lawang kuari, serta festival seni budaya Melayu yang dihelat dua tahun sekali. Pemda sangat mendukung, ini tertuang dalam visi misi bupati. Budaya merupakan salah satu komoditi yang perlu kita eksplor," ujar Isbianto.




(T.T011/M019)

Pewarta: Teguh Imam Wibowo dan Gansi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016