Pontianak (Antara Kalbar) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang bekerjasama dengan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) melakukan penyelamatan terhadap bayi orangutan, di Desa Sandai Kiri, Kabupaten Ketapang.

"Saat dilakukan penyelamatan kondisi tubuh bayi orangutan tersebut kurus kering dan terlalu kecil untuk ukuran orangutan seusianya," kata Direktur Program YIARI Karmele Llano Sanchez dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Pontianak, Kamis.

Karmele menjelaskan, penyelamatan bayi orangutan tersebut, berawal dari laporan Pendeta Olke, yang menyatakan ada bayi orangutan yang perlu diselamatkan di Sandai. Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya langsung turun ke lapangan, dan berhasil menyelamatkan bayi tersebut, Rabu (15/6) yang sedang dipelihara oleh salah seorang warga Desa Sandai Kiri.



Pada saat diselamatkan, badan bayi orangutan itu memang masih kecil, tapi orangutan itu diperkirakan sudah berumur sekitar satu tahun setengah, yang bisa diketahui dari formulasi giginya, katanya.

"Selain mengalami malnutrisi, di tubuhnya juga ditemukan sebutir peluru senapan angin yang bersarang di pundak kanannya, sehingga mengakibatkan kelenjar di dada kanannya membengkak," ungkapnya.

Dan kemungkinan besar, menurut dia, induknya juga tertembak, bahkan mungkin sudah mati. Karena tidak jarang pada saat orangutan dewasa ditembak mati, dan anaknya ikut tertembak juga.

Sementara itu, Manager Operasional YIARI Ketapang, Adi Irawan menyatakan, mengucapkan terima kasihnya kepada warga yang terlibat aktif dalam upaya penyelamatan orangutan tersebut.



"Kami sangat berterima kepada warga Sandai, karena kami tidak bisa melakukan ini tanpa bantuan dari warga seperti Pendeta Olke. Pendeta Olke sebelumnya juga pernah membantu YIARI menyelamatkan orangutan tahun 2010," ujarnya.

Saat ini, menurut Didik, bayi orangutan tersebut sudah dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Ketapang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, terutama akan direhabilitasi untuk menyembuhkan traumanya.

Menurut pengakuan Cuan pemilik warung yang memelihara bayi orangutan tersebut, menyatakan, beberapa waktu lalu, ada orang tidak dikenalnya yang tiba-tiba menyerahkan bayi orangutan itu kepadanya.

"Waktu saya sedang mengurus orang kecelakaan, tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal menyerahkan orangutan itu kepada saya," ujarnya.



Menurut dia, karena dirinya kasihan, maka bayi orangutan itu dirawatnya dan diberi nama Didik sembari mencari informasi dimana bisa menyerahkan orangutan tersebut. "Sudah tiga malam dia di sini, selama itu bayi orangutan ini saya beri minum susu formula," ujarnya.



(U.A057/B008)

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016