Jakarta (Antara Kalbar) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak seluruh masyarakat terutama para orang tua untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak guna mencetak generasi yang berkualitas.

"Sudah selayaknya kita bersama harus memberi perhatian besar pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, sebagai upaya dalam menyiapkan generasi sehat dan berkualitas," kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Anung Sugihantono, di Jakarta, Minggu.

Pertumbuhan dan perkembangan anak, kata dia, merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kesehatan anak.

"Peran semua pihak dalam menciptakan lingkungan anak yang kondusif akan menghasilkan generasi yang tumbuh dan berkembang optimal untuk melanjutkan cita-cita pembangunan bangsa di masa yang akan datang," katanya.

Untuk itu dia mengajak semua pihak, khususnya oara orang tua untuk memperhatikan dengan seksama pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2016.

Peringatan HAN, kata dia, merupakan salah satu bentuk kepedulian bangsa Indonesia terkait dengan pemenuhan hak anak untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi dan berakhlak mulia.

Peringatan HAN, kata dia, juga mengingatkan, bahwa seluruh komponen bangsa, orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, institusi pendidikan, profesi dan pemerintah mempunyai tanggung jawab dan kewajiban.

Kewajiban dimaksud, kata dia, dalam rangka melaksanakan amanah Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang saat ini telah diubah dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, serta Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dalam pemenuhan hak dan perlindungan kesehatan anak untuk meningkatkan kelangsungan dan kualitas hidup anak.

"Mari kita bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak-anak Indonesia guna mencetak generasi emas, generasi yang berkualitas," katanya.

Pewarta:

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016