Pontianak (Antara Kalbar) - Koordinator Pusat Layanan Usaha Terpadu Provinsi Kalimantan Barat, Suherman mengatakan pertumbuhan jumlah usaha berdasarkan hasil sensus ekonomi 2016 dalam satu dekade hanya tumbuh 23,30 persen sehingga perlu digenjot.

"Artinya dengan pertumbuhan yang ada dibagi sepuluh tahun maka rata- rata pertumbuhnya pertahun hanya kisaran dua persen. Ini terbilang kecil dan perlu digenjot," ujarnya di Pontianak, Rabu.

Suherman juga mengkhwatirkan dari total jumlah usaha yang sebesar 301,6 ribu di mana 67 persennya masih tidak menempati bangunan khusus untuk kegiatan usahanya.

"Ini tentu tantangan kita bersama terutaama pemerintah daerah bagaimana melakukan pembinaan dan kemudian mendorong pelaku usaha terus meningkatkan usahanya. Harapan kita bagaimana daya saing mereka lebih baik," kata dia.

Sementara itu Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalbar, Arianto menjelaskan bahwa berdasarkan daerah Kota atau kabupaten yang ada di Kalbar, Kota Pontianak merupakan daerah yang memiliki usaha terbanyak yakni 51, 5 ribu usaha.

"Namun untuk pertumbuhan usaha di Pontianak masih rendah. Di Kalbar yang tertinggi pertumbuhanya adalah Kabupaten Sekadau," kata dia.

Ia memamaparkan bahwa secara umum hasil sensus ekonomi 2016 di Kalbar terdapat sebanyak 301,6 ribu usaha. Sedangkan untuk tahun 2006 yakni sebanyak 244,6 ribu.


Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016