Putussibau (Antara Kalbar) - Wakil Bupati Kapuas Antonius L Ain Pamero menegaskan agar oknum guru yang melakukan penganiayaan kepada beberapa murid harus mendapat tindakan dan sanksi tegas.

"Bukan saya tidak tahu ada oknum guru yang melakukan penganiayaan kepada beberapa muridnya, itu harus ditindak tegas," tegas Antonius di hadapan kepala SD dan SMP se-Kapuas Hulu di Putussibau, Kapuas Hulu, Senin.

Selain itu Antonius juga membeberkan ada beberapa guru yang tidak melaksanakan tugas, padahal menurutnya Kapuas Hulu masih banyak kekurangan guru.

"Saya pernah mengunjungi beberapa sekolah yang tidak ada kepala sekolah tidak berada di tempat," tutur Antonius.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menegaskan pihaknya sudah mengirimkan tim dalam menindaklanjuti oknum guru yang melakukan penganiayaan kepada muridnya.

"Kita akan cek apakah pelaku itu dalam keadaan normal, karena kekerasan terhadap murid jika bisa dihindari," jelas Kusnadi.

Pelaku yang diduga menganiaya beberapa murid itu berinisial BB yang bertugas di SDN 16 Buak Maung Kecamatan Pengkadan.

Pelaku melakukan penganiayaan kepada empat orang siswa SDN 2 Riam Panjang Kecamatan Pengakadan.

Kejadian tersebut pada 23 Februari 2017 sekitar pukul 12.05 WIB, dengan alasan karena yang bersangkutan tidak terima anaknya diperas oleh keempat siswa yang kebetulan juga merupakan siswa SDN 2 Riam Panjang, Kecamatan Pengkadan, Kapuas Hulu.
Hingga saat ini oknum guru yang diduga pelaku penganiayaan tersebut belum bisa dikonfirmasi.

(T.KR-TFT/N005)

Pewarta: Timotius

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017