Pontianak (Antaranews Kalbar) - Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie meminta kepada para pedagang untuk tidak memainkan harga beras, karena pemerintah Kalbar akan menurunkan harga beras tersebut dengan program Bansos Beras Sejahtera (Rastra).

"Belakangan ini, harga beras di pasaran memang sedikit naik. Hal ini dikarenakan faktor cuaca," kata M Zeet di Pontianak, Kamis.

Terkait kenaikan harga beras tersebut, ia meminta agar para pedagang tidak memanfaatkan situasi ini untuk memainkan harga beras karena Pemprov Kalbar akan terus melakukan pemantauan terkait harga beras.

Menurut dia, jika ada indikasi pedagang memainkan harga beras, maka Pemprov Kalbar akan mengintevensi jika itu terjadi. Salah satunya dengan membagikan beras gratis kepada masyarakat.

"Tolong jangan permainkan harga pokok rakyat, karena pemerintah akan intervensi. Seperti hari ini, ada 2.200 ton beras yang dibagikan ke masyarakat tidak mampu," katanya.

Menurut M Zeet saat ini harga beras untuk rakyat berkisar Rp8.000 hingga Rp12.000. Bila ditemukan harga di atas itu, lanjut M Zeet, maka pemerintah akan menekan pemain melalui bansos beras rastra.

"Dengan beras rastra yang diberikan langsung maka harga beras yang tadinya naik bisa stabil. Jadi jika mau coba-coba bermain harga tidak akan berhasil. Kami tidak mau ada gejolak harga yang eksterm di Kalbar," kata dia.

Beras yang dibagikan ini merupakan program dari Kementerian Sosial. Beras ini bersumber dari persediaan Bulog, dimana pada bulan pertama ini, beras didistribusikan di Pontianak.

"Penerima beras mereka yang sudah didata sebelumnya. Bansos ini terus berlanjut hingga Desember mendatang, tidak hanya di Pontianak, distribusi bansos juga dilakukan ke 13 kabupaten/kota lainnya," katanya.


(U.KR-RDO/A029)


Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018