Pontianak (Antaranews Kalbar) - Calon Gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa memandang perlu membangun pemecah gelombang (breakwater) sepanjang 1,5 kilometer di Kuala Mempawah agar tidak terjadi pendangkalan akibat abrasi di pelabuhan tersebut.

"Upaya mencegah pendangkalan selama ini dengan melakukan pengerukan. Hal ini memerlukan biaya cukup besar dan harus berkelanjutan" kata dr. Karolin Margret Natasa di Mempawah, Minggu.

Padahal, kata Karolin, jika melakukan pembangunan `breakwater", lebih efektif. Selain mencegah pendangkalan, juga menjaga keutuhan garis pantai dari terjangan ombak.

 "Ini yang akan dilakukan apabila saya dipercayakan masyarakat Mempawah dan Kalbar untuk memimpin provinsi ini ke depan," kata Karolin.

Pemecah gelombang, kata dia, adalah prasarana yang dibangun untuk memecahkan gelombang dengan menyerap sebagian energi gelombang.

Ia menegaskan bahwa pemecah gelombang bisa mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai. Tidak hanya itu, "breakwater" juga dapat menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.

 Pemecah gelombang, katanya lagi, harus didesain sedemikian sehingga arus laut tidak menyebabkan pendangkalan karena pasir yang ikut dalam arus mengendap di kolam pelabuhan.

"Bila hal ini terjadi, pelabuhan perlu dikeruk secara regular, tentu biaya yang dikeluarkan akan sangat besar," tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan bahwa pembangunan "breakwater" ini juga akan dilakukan pada pelabuhan muara Pelabuhan Dwikora Pontianak karena selama ini kerap terjadi pendangkalan.

Ia yakin "breakwater" itu juga akan memaksimalkan sejumlah pelabuhan yang ada di Kalbar yang akan mempermudah keluar masuk barang dalam upaya menekan harga komoditas di daerah itu.

 Potensi kelautan yang sudah sangat baik, kata dia, perlu dioptimalkan untuk menopang perekonomian daerah.

Untuk itu, kata Karolin, beberapa pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Kuala Mempawah, Sintete, Pontianak,?dan Ketapang,?akan dibenahi karena pelabuhan-pelabuhan ini mengalami problem yang sama dan menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi di Kalbar.

Dijelaskan pula bahwsa pembenahan pelabuhan itu akan dilakukan agar keluar masuk barang makin mudah sehingga harga komoditas yang diperlukan masyarakat juga bisa makin murah.


 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018