Putussibau (Antaranews Kalbar) - Harga daging ayam potong di Pasar Pagi Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu saat ini mencapai Rp50 ribu/kg.

Kenaikan harga ayam potong itu terjadi sejak bulan Ramadhan lalu, berawal harga Rp38 ribu/kg, kemudian naik lagi menjadi Rp45 ribu/kg dan menjadi Rp50 ribu/kg.

"Harga ayam potong naik karena datang dari luar Kapuas Hulu, kami juga belinya sudah lumayan mahal," kata seorang pedagang ayam potong, Ayu (30) di Putussibau, Minggu pagi.

Menurut Ayu, sejak bulan Ramadhan lalu dirinya sudah mulai membeli ayam dari luar untuk dijual kembali di Pasar Pagi Putussibau, karena memang di Kapuas Hulu pasokan sudah mulai berkurang.

Dikatakan Ayu, saat ini di Kapuas Hulu ketersediaan ayam potong pada peternak ayam sudah tidak ada, jika pun ada ayamnya masing kecil - kecil.

Dia mengaku membeli ayam dari luar Rp45 ribu - Rp48 ribu/kg, jadi begitu sudah dipotong dan dibersihkan bulu- bulunya dijual dengan harga Rp50 ribu/kg.

"Saya rasa kami pedagang ayam ini juga hanya mengambil untung sedikit, karena kami beli ayam sudah mahal," ucap Ayu.

Salah satu warga Putussibau, Rosmini (36) mengatakan kenaikan harga sejumlah sembako termasuk harga daging sapi dan daging ayam cukup memberatkan ekonomi.

"Yang jelas biaya hidup di Putussibau semakin berat, barang - barang mudah naik tapi tak mudah turun, kita juga tidak tahu apa kerja dinas terkait," kesal Rosmini.

Ia meminta agar Pemerintah Daerah melalui dinas terkait benar - benar bekerja mengawasi harga sejumlah sembako dan harga daging di pasaran.

"Saya lihat beberapa kali Dinas Perdagangan turun ke pasar, hanya sekedar menanyakan harga, namun tidak ada langkah atau pun solusi, jangankan untuk turun harga justru harga ayam potong semakin naik," kata dia. 

(KR-TFT/T011) 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018