Program wajib non tunai atau cashless untuk pembelian BBM di SPBU se-Pontianak belum sepenuhnya berhasil. Sejumlah kendala masih dihadapi sehingga program tersebut belum 100 persen.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan terdapat berbagai kendala untuk pelaksanaan program tersebut di antaranya selain kebiasaan warga, sarana dan prasarana uang elektronik juga masih belum sempurna. Sehingga program pembayaran non tunai ini terhambat.

“Contohnya soal mesin EDC yang belum terintegrasi untuk semua bank. Selain itu dari pihak pemilik SPBU juga merasa pada sistem arus transaksi belum memuaskan karena pembayaran uang elektronik itu tidak langsung ke rekening pemilik, tetapi mengendap dulu di rekening bank pemilik EDC. Proses transfer uang dari bank ke rekening pemilik SPBU itu yang dirasakan masih memakan waktu,” ujarnya di Pontianak, Rabu.

Meski ada ada hambatan,  program tersebut tentu tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Pertamina, pemilik SPBU dan bank-bank vendor untuk terus memperbaiki sistem. sosialisasi juga akan dijalankan.

“Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mencari solusi masalah ini. Semoga sistem ke depan semakin baik,” sebutnya.

Pemerintah Kota Pontianak, Bank Indonesia dan Pertamina sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman pada tanggal 16 September 2017 terkait program elektronifikasi pembelian BBM secara non tunai di seluruh SPBU Pertamina di Kota Pontianak. Dengan hal itu perkembangan transaksi non tunai di SPBU, utamanya dengan uang elektronik meningkat tajam di kota ini.

Walaupun belakangan transaksi di SPBU kembali mendominasi menggunakan tunai. Namun Pontianak selaku kota yang menjadi proyek pilot program ini di Kalimantan akan dilihat ternyata dinilai cukup berhasil.

Menurut Edi, Pontianak menjadi kota dengan transaksi non tunai di SPBU terbesar di Indonesia. Dia berharap penggunaan non tunai dalam transaksi sehari -hari juga dilakukan masyarakat.

"Nota Kesepahaman dibuat sebagai dasar pelaksanaan koordinasi, edukasi, dan implementasi perluasan akses keuangan non tunai kepada masyarakat untuk pembelian BBM di seluruh SPBU Pertamina di Kota Pontianak,"kata dia.

Pihaknya berkomitmen akan terus memberikan dukungan melalui pengembangan fitur-fitur layanan dan fasilitas sehingga dapat memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Dari sisi perekonomian, implementasi elektronifikasi pembelian BBM merupakan salah satu upaya perluasan akses keuangan masyarakat yang dapat mendorong perekonomian daerah.

"Selain itu, peningkatan transaksi secara non tunai juga dapat meningkatkan efisiensi perekonomian nasional," papar dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019