Ketua TP PKK Kalbar Ny Lismaryani Sutarmidji mengatakan peran serta para ibu yang dipimpin oleh Ibu Negara sangat kuat dalam usaha pelestarian lingkungan, termasuk pada kegiatan penanaman yang banyak dilakukan di berbagai daerah.

"Khusus untuk penanaman mangrove ini sudah ketiga kalinya. Hal ini tentu menunjukkan bahwa wanita dapat berperan dalam menjaga dan memperbaiki kerusakan lingkungan," kata Ny Lismaryani Sutarmidji, di Mangrove Park Mempawah, Rabu (7/8).

Gerakan Nasional Peduli Mangrove dan Pemulihan DAS dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional kali ini secara serentak dilaksanakan pada 12 Provinsi di seluruh lndonesua yang dipusatkan di Kepulauan Riau. Total penanaman sebanyak 160.000 batang dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi wanita, unsur TNI-Polri, UPT Kementerian LHK, Pramuka dan nelayan serta masyarakat.

Kalbar merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai hutan dan mangrove yang sangat luas dan mempunyai peran serta dalam keseimbangan dan kesehatan lingkungan khususnya di indonesia.

Menurut data tahun 2018 Kalbar memiliki luas mangrove 176.039 Ha yang tersebar di 5 Kabupaten dan 2 Kota. “Walaupun kondisi hutan mangrove saat ini masih bagus namun tidak kita pungkiri  bahwa banyak kerusakan d berbagai tempat dikarenakan manusia dan aktifitas alam," jelasnya.

Memperhatikan kondisi hutan mangrove saat ini, masih kata Mantan Ketua TP PKK Kota Pontianak tersebut, diperlukan peran serta ibu-ibu untuk menjaga dan memperbaiki kondisi yang mengalami kerusakan di beberapa tempat tersebut melalui penanaman mangrove ini salah satunya.

Banyak sekali manfaat dari suatu ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai antara lain pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat dan sebagai mitigasi bencana.

"Saya harap, agar  ibu-ibu ikut berperan serta karena sangat penting dalam mendukung usaha pemerintah ini dalam menjaga dan memperbaiki kerusakan lingkungan," harapnya.



 

Pewarta: Humas Pemprov Kalbar

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019