Dinas Kesehatan Kota Pontianak, mengampanyekan pencegahan anemia pada kalangan remaja putri tingkat SMP dan SMA atau sederajat di kota itu.

"Sebagai langkah upaya mengatasi masalah anemia pada remaja putri ini, Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah-sekolah mulai tingkat SMP dan SMA di Kota Pontianak," kata Ketua Panitia Kampanye Cegah Anemia pada Remaja Putri, Trisnawati, di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan kampanye anemia pada kalangan remaja putri perlu dilakukan karena yang menjadi penyebab anemia pada ibu hamil, adalah terjadinya kondisi anemia saat usia remaja, dan menurunkan prevalensi kekerdilan akibat anemia pada ibu hamil serta meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia.

"Berdasarkan hasil kegiatan dari pemeriksaan Hb darah pada remaja putri yang dilakukan petugas puskesmas di Kota Pontianak menunjukkan prevalensi anemia remaja putri di Kota Pontianak sebesar empat persen," katanya.

Anemia pada remaja putri dapat menyebabkan beberapa hal, seperti menurunnya prestasi belajar, terjadinya anemia saat kehamilan berisiko kematian ibu dan bayi, serta berdampak pada berat bayi rendah.

Dia menjelaskan pemberian tablet tambah darah tersebut sudah dilaksanakan sekitar dua tahun. Pada 2019 target yang akan dicapai dari pemberian tablet tambah darah adalah 30 persen atau sekitar 11.866 remaja putri di daerah itu.

Peserta kampanye berjumlah sekitar 400 orang, berasal dari perwakilan puskesmas, pembina UKS tingkat kota dan kecamatan se-Kota Pontianak, TP PKK Kota Pontianak, anak-anak SMP dan SMA se-Kota Pontianak, Forum Anak dan Posyandu Remaja di 29 kelurahan di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan anemia merupakan satu di antara faktor risiko timbulnya angka kematian ibu hamil karena pendarahan, keguguran, dan kekerdilan anak.

Ia menyebut angka anemia pada ibu hamil cukup tinggi. Angka nasional sekitar 48 persen.

"Dan itu salah satu faktor yang harus diatasi, di mana ketika pada usia remaja harus sudah ditangani," ujarnya.

Apabila tidak dicegah sejak remaja, katanya, dikhawatirkan saat menikah dan mengandung, anemia yang dideritanya akan terus berlanjut.

Dia mengakui anemia pada remaja putri cukup tinggi dan salah satu pencegahannya dengan minum tablet penambah darah sepekan sekali.

"Kita terus mengadvokasi pada sekolah-sekolah untuk bersama-sama memberikan kesadaran pada semua pihak agar mereka mau meminum tablet penambah darah cukup sepekan sekali," katanya.

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastuti Kamtono mengapresiasi kampanye pencegahan anemia di kalangan remaja putri yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pontianak, terlebih prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi.

"Artinya anemia ini penyakit yang tidak bisa dianggap sepele dan efek jangka panjangnya itu bisa menyebabkan pada saat ibu hamil bisa kekurangan gizi dan bayi yang dilahirkan prematur dan berat badannya rendah," katanya.

Untuk itu, katanya, makanan mereka diatur yang bergizi dan perlu asupan tablet tambah darah sebagai suplemen.

"Kami dari TP PKK Kota Pontianak beserta seluruh kader hari ini turun menyosialisasikan terkait anemia ini," katanya.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019