Wakil Ketua Dewan Pers Periode, Hendry CH meminta insan pers dari berbagai media di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk terus untuk menyampaikan gagasan, informasi dan mengedukasi masyarakat.

“Pers Kalbar bisa bekerja sebagaimana fungsinya yaitu menyampaikan gagasan, mengedukasi serta memberi informasi pada masyarakat bukan pada pers itu sendiri. Kemudian juga menjadi pelayan bagi kepentingan publik khususnya publik yang terpinggirkan," ujarnya saat seminar seabad pers Kalbar yang digelar di Megister Fisip Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa.

Baca juga: PWI Prihatin atas Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan
 

Pada kesempatan itu ia juga meminta jurnalis di Kalbar harus lebih memiliki kapasitas dan profesional dalam bidangnya.

“Tidak kalah penting medianya juga sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Jurnalis dan media memiliki peranan penting,” sebut dia.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Tanjungpura Pontianak, Aswandi mengingatkan dalam momen seabad pers Kalbar kepada seluruh peserta seminar bahwa kemerdekaan Indonesia juga tidak luput dari perjuangan para wartawan.

"Oleh karena itu seorang wartawan memiliki jasa bagi kita selain dari tugas dan fungsinya tersebut," lanjut dia.

Kegiatan seabad Pers Kalbar diikuti sekitar 100 orang peserta dari berbagai kalangan bukan hanya jurnalis namun juga dari mahasiswa dan lain nya. Seminar 100 tahun pers Kalbar tersebut bertemakan memaknai seabad pers Kalbar 1919 hingga 2019.

Baca juga: PWI bersama GAPKI gelar seminar industri sawit

Seminar yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar bekerja sama dengan Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Kalbar dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda khususnya mahasiswa tentang sejarah perkembangan pers di Kalbar.

Peringatan 100 tahun itu ditandai dengan terbitnya Koran pertama di Pontianak dengan nama Borneo Barat Bergerak pada 1 Oktober 1919. Koran pertama itu masih tersimpan utuh dan menjadi koleksi pribadi Sejarawan Kalbar, Syafaruddin Daeng Usman yang hingga kini fisiknya masih dirawat baik.

Rangkaian peringatan se Abad Pers di Kalbar itu juga akan ditandai dengan ziarah ke makam tokoh pers antara lain Haji Ibrahim Saleh pendiri PWI Kalbar sekaligus Ketua pertama dan juga mantan Ketua DHD 45 Kalbar.

Baca juga: PWI Singkawang Diharapkan Bisa Bermitra Dengan Pemda
Baca juga: Ketua Penasehat PWI Pusat Meninggal di Ambon

Pewarta: Dedi/Samiyah

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019