Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyatakan pihaknya akan segera melakukan pemilihan terbuka untuk posisi direksi dan direktur Perusahaan Daerah yang ada di provinsi itu.

"Kita saat ini sudah menunjuk Plt untuk dua perusda yang ada di Kalbar. Dalam waktu dekat, kita akan melakukan pemilihan terbuka untuk direktur barunya," kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan BPK pada tahun 2013 Perusda tersebut mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar dan 2018 mengalami kerugian hingga Rp4 miliar.

"Jadi, dari pada merugi terus, sebaiknya kita ganti direkturnya. Terlebih kita melihat dalam menjalankan manajemen perusahaan, direktur dua perusda ini tidak menjalankan mekanisme yang jelas, seperti saat membeli aset, bukannya menggunakan nama Perusda, tetapi nama direksi sehingga sampai hari ini ada aset yang tidak bisa dikembalikan," katanya.

Belum lagi uang perusahaan yang dipinjam oleh para direksi yang sampai hari ini juga belum dikembalikan dan mengakibatkan perusahaan tidak memiliki cashflow. Sehingga menurutnya pemberhentian direksi dan direktur Perusda tersebut adalah langkah yang tepat.

Menurutnya, selama ini Perusda yang dibentuk pemprov Kalbar juga tidak pernah memberikan kontribusi pada daerah, sehingga sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur, Pemda menghentikan pemberian penambahan modal bagi Perusda tersebut.

Dia memaparkan, seharusnya Persuda yang telah diberikan ruang untuk mengurus sektor pertambangan sudah diberikan kewenangan untuk mengelola 10 persen dari sektor pertambangan. Jika ini bisa dimaksimalkan dengan baik, lanjutnya, maka Perusda itu sudah bisa mendapatkan laba yang luar biasa.

"Untuk itu, kita berharap dengan pemilihan terbuka untuk direktur dan direksi baru nantinya bisa terpilih orang yang benar-benar bisa memanajemen Perusda dengan baik sehingga memberikan andil pada PAD Kalbar," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019