Branch Manager BNI Pontianak Muhammad Farid Ma`rof mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini sekitar 60 persen masih didominasi ke sektor perdagangan.

"Dari total penyaluran KUR yang sudah ada saat ini memang masih didominasi sektor perdagangan. Hal itu sebagaimana juga dengan pola - pola penyaluran KUR sebelum - sebelumnya," ujarnya di Pontianak, Selasa.

Untuk nilai KUR BNI Cabang Pontianak yang meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Landak sudah mencapai Rp110 miliar. Angka tersebut sudah melampaui target penyaluran KUR yang ada.

"Untuk tahun 2019 ini penyaluran KUR sudah tercapai sejak bulan lalu. Kita sementara sudah berhenti menyalurkan KUR," jelas dia.

Ia melanjutkan meskipun sektor perdagangan masih tetap mendominasi, sektor pertanian pada tahun ini juga mulai tumbuh.

"Dari total penyaluran KUR yang ada andil sektor pertanian juga sudah meningkat dan sekarang capai 20 persen. Itu ada peningkatan hampir separuh dari tahun sebelumnya," jelas dia.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan sektor yang juga potensial. Apalagi di Kalbar terutama pertanian padi, jagung dan lainnya cukup luas.

"Kita membuat klaster dalam penyaluran KUR. Dalam penyaluran KUR yang bunganya hanya 7 persen tersebut tentu akan membantu petani dalam mengembangkan pertanian dan usaha taninya. Dengan demikian akan berdampak pada produksi dan kesejahteraan petani itu sendiri," katanya.

Dari sisi NPL KUR, jelas dia masih sangat terkendali. Hal itu karena dalam penyaluran juga dilakukan pendampingan, sehingga uang yang ada memang produktif.

"Kita bukan hanya sekedar menyalurkan saja soal KUR ini namun juga pendampingan agar pinjaman memang produktif. Dengan begitu pengembalian tidak terkendala. Kita juga tidak khawatir macet dengan pembayaran kredit tersebut. Sebab di bawah Rp25 juta yang tidak ada agunan tersebut dijamin asuransi juga," papar dia.



Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019