Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan saat ini pulau Timor telah terserang virus African Swine Fever (ASF) yang kemungkinan masuk dari Timor Leste dan telah menewaskan ratusan ekor ternak babi.

"Hasil pemeriksaan laboratorium sudah terkonfirmasi bahwa positif ASF di Kabupaten Belu dan ini tentu berdampak pada seluruh wilayah di Pulau Timor," kata Asisten II Setda Nusa Tenggara Timur Semuel Rebo kepada Antara di Kupang, Selasa.

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar virus aneh yang menyerang ternak babi milik petani di Pulau Timor saat ini dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap contoh daging babi di Medan.

Baca juga: Ratusan bangkai babi di Danau Siombak tak jadi dikubur

Menurut dia, pemerintah baru mendapat hasil laboratorium dari Medan dan menyatakan bahwa virus yang menyerang ternak babi saat ini adalah virus ASF.

Dia juga mengimbau peternak babi jika melihat gejala aneh, dimana ternak sudah tidak makan, maka segera dipotong untuk dipasarkan.

Langkah ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar pada petani peternak, kata mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT itu.

Baca juga: 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat virus hog cholera

Mengenai penanganan, dia mengatakan dalam hubungan dengan virus ini, pemerintah segera menggelar rapat dengan instansi terkait, untuk mengambil langkah-langkah penanganan.

"Sementara itu dulu, karena kami sudah mengundang instansi terkait untuk menggelar rapat pagi ini, Selasa, untuk membahas masalah ini dan langkah penanganan. Hasil rapat koordinasi ini akan disampaikan untuk dipublikasikan," kata Semuel Rebo. *
 

Menkes: penyebaran virus Flu Babi Afrika hanya terjadi antarhewan

 

Pewarta: Bernadus Tokan

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020