Dengan dibangunnya jalan sepanjang 1.200 meter oleh Kodim 1207/Berdiri Sendiri, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107, masyarakat petani di Dusun Perindung Desa Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya berharap tahun ini dapat mengangkut padi hasil sawahnya melalui jalan rabat beton yang saat ini sedang diselesaikan.

"Pembangunan jalan ini tentu 
membuat senang kami sebagai masyarakat petani. Mudah-mudah tahun ini sudah bisa difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian khususnya kami yang berada di Dusun Perindung RT 23 dan sekitarnya. Karena dengan bagusnya kondisi jalan ini kami yakin dapat mempermudah transpotasi dan meningkatkan perekonomian kami," kata Rustam salah satu petani padi yang sedang bekerja di sawahnya, Kamis.

Rustam yang ditemui saat beristirahat usai menyemprot hama tanaman padinya di sawahnya itu mengatakan jalan yang sedang di kerjakan oleh Satgas TMMD Kodim 1207/BS itu merupakan satu-satunya jalan transportasi untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat yang terhampar luas di kiri kanan jalan tersebut.

"Untuk panen padi ini saya harus melalui jalan ini untuk mengangkut dan menjualnya  ke pihak agen yang berada di Sungai Kakap yang berjarak sekitar 10 Kilometer," katanya.

Menurutnya, kondisi jalan sebelum di kerjakan Kodim 1207/BS melalui program TMMD, jalan sepanjang 1200 meter dengan 13 jembatannya itu sulit dilalui. Kondisi jembatannya sangat sulit dilalui dan kondisi jalan merupakan tanah hambut yang licin dan becek, apa lagi disaat musim hujan.

"Dulu, dengan kondisi jalan sulit seperti itu, saya terpaksa mengangkut padi melalui anak sungai, dan itupun dengan mengupah orang lain. Tapi, syukurlah, jalan kami sudah dibangun oleh bapak-bapak TNI sehingga bisa dilalui tidak hanya oleh kendaraan roda dua akan tetapi bisa dilewati kendaraan roda empat," katanya.

Ia menambahkan selain sebagai petani padi, masyarakat disitu juga ada petani kelapa, pisang, buah pinang dan tebu. "Dan memang, mayoritas masyarakat kami di desa ini mata pencariannya sebagai petani," pungkasnya.



 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020